Kurs Rupiah Menguat, Capai Level Psikologis 14.000 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini menguat di tengah proyeksi pelemahan dolar AS dan melambungnya mata uang Asia. 

    Kurs rupiah naik 35 poin atau 0,25 persen menjadi Rp 13.995 per dolar AS pada pukul 10.18 WIB pada hari ini, Senin, 8 Februari 2021. Sementara penguatan indeks dolar AS menipis menjadi 0,03 persen di level Rp 91,068.

    Adapun rupiah menguat bersama won Korea Selatan yang naik 0,56 persen, ringgit Malaysia 0,23 persen, dan yuan Cina 0,12 persen. Sementara pada saat berita ini ditulis nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.000 per doalar AS. 

    Bank Indonesia menetapkan kurs referensi Jisdor hari ini menguat 62 poin menuju Rp 14.000, dari akhir pekan lalu di level Rp 14.062.

    Sebelumnya, Dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pekan ini setelah rilis data pekerja AS yang kurang memuaskan. Pasar emerging market diproyeksi akan mendapatkan dampak positif dari pelemahan tersebut.

    Citigroup menyebut dolar AS akan menjadi mesin pendanaan menuju negara-negara emerging daripada euro. Pasalnya, sejarah menunjukkan mata uang AS cenderung melemah selama periode pemulihan global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.