CEO Tesla Berencana Kunjungi Indonesia, Berikut 5 Faktanya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Elon Musk sekarang mungkin menjadi orang terkaya di dunia menurut standar Bloomberg dan Forbes, yang berfokus pada uang, meskipun memang cenderung fokus pada penghitungan aset yang dapat diketahui. REUTERS

    Elon Musk sekarang mungkin menjadi orang terkaya di dunia menurut standar Bloomberg dan Forbes, yang berfokus pada uang, meskipun memang cenderung fokus pada penghitungan aset yang dapat diketahui. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaBos Tesla Inc. Elon Musk pada akhir tahun dikabarkan berkunjung ke Indonesia pada awal tahun 2021.

    Kabar kedatangan Elon Musk pun menjadi stimulus positif bagi sejumlah saham pertambangan. PT Timah Tbk. (TINS), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan juga PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. (ANTM) melaju kencang dalam sebulan terakhir, sebelum akhirnya dalam dua kali perdagangan kemarin tersungkur. 

    Keinginan Bos Tesla ke Tanah Air itu seiring dengan ambisi Indonesia memiliki industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Cita-cita itu bukan tanpa alasan, karena negara ini adalah salah satu pemilik cadangan Nikel terbesar di dunia.

    Nikel sangat dibutuhkan industri baterai kendaraan listrik karena kontribusinya mencapai 40 persen dari harga KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai). Indonesia pun telah masuk radar industri kendaraan listrik global.

    Sembari menanti janji Tesla ke Indonesia, berikut rangkuman berita Bisnis.com mengenai hal tersebut hingga 20 Januari 2021:

    1. Elon Musk ngobrol dengan Presiden Jokowi
    Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan melakukan pembicaraan melalui telepon bersama CEO Tesla Elon Musk pada Jumat 11 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.