BI: Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Terindikasi Meningkat di Triwulan I 2021

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baner promosi pembiayaan sebuah bank swasta di Jakarta, Rabu (18/2). Khawatir meningkatnya angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), bank-bank nasional mulai merestrukturisasi kredit korporasi. Tempo/Panca Syurkani

    Baner promosi pembiayaan sebuah bank swasta di Jakarta, Rabu (18/2). Khawatir meningkatnya angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), bank-bank nasional mulai merestrukturisasi kredit korporasi. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia mencatat kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat pada Triwulan I 2021, terutama untuk mendukung aktivitas operasional. Hal ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada tiga bulan mendatang sebesar 17,1 persen.

    "Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama terjadi pada sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, dan Perdagangan," kata Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Januari 2021.

    Kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut sebagian direncanakan menggunakan kredit bank, namun sebagian lainnya akan dipenuhi dari Dana Sendiri (Laba Ditahan).

    Baca Juga: Menkop Teten Masduki Siapkan Model Bisnis Korporasi Petani dan Nelayan

    Penambahan pembiayaan yang dilakukan oleh Rumah Tangga pada tiga dan enam bulan yang akan datang diindikasikan masih terbatas. Kebutuhan pembiayaan oleh rumah tangga yang masih terbatas tersebut terutama akan diajukan kepada Bank Umum, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna (KMG).

    Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru diperkirakan akan mulai meningkat pada awal 2021. Hal tersebut terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru Januari 2021 sebesar 53,1 persen yang lebih tinggi dibandingkan dengan SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 sebesar 42,8 persen.

    "Berdasarkan kelompok bank peningkatan diperkirakan terjadi pada Bank Umum Syariah dan Bank Umum, sementara berdasarkan jenis penggunaan peningkatan tertinggi terjadi pada KMK dan KPR," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.