Menteri Trenggono Usulkan Suku Bunga KUR Turun Jadi 3 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/am.

    Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/am.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengusulkan penurunan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 6 persen menjadi 3 persen per tahun. Hal itu disampaikan Menteri Trenggono dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto yang digelar secara daring di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan

    “Usulan kami penurunan suku bunga kredit, kemudian sinergitas program akselerasi KUR bagi pelaku sektor kelautan dan perikanan, khususnya penerima Bantuan Pemerintah dari KKP,” kata Trenggono dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Desember 2020

    Dia mengatakan usulan lain adalah perluasan akses KUR untuk nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan serta petambak garam dan kemudahan bagi pelaku yang terdampak Covid 19.

    Kepada Menko Perekonomian, Trenggono melaporkan capaian KUR sektor kelautan dan perikanan sampai 27 Desember 2020 sebesar Rp 5,19 triliun dengan 171.662 debitur. Hasil ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2019 sebesar Rp 3,37 triliun dengan 122.349 debitur.

    Realisasi kredit ini meliputi usaha budidaya perikanan sebesar Rp 1,92 triliun dengan 53.600 debitur, perdagangan hasil kelautan dan perikanan sebesar Rp 1,46 triliun dengan 53.400 debitur dan penangkapan ikan sebesar Rp 1,23 triliun dengan 44.400 debitur.

    Selain itu juga jasa perikanan sebesar Rp 359,4 miliar dengan 13.700 debitur, pengolahan hasil perikanan sebesar Rp 205 miliar dengan 6.300 debitur, dan pergaraman sebesar Rp 12,1 miliar dengan 212 debitur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.