Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 14.080 per Dolar AS Hari Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menghitung pecahan uang 100 dolar AS di tempat penukaran valuta asing Dolarindo, Blok M, Jakarta, Selasa, 10 November 2020. Rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan pada hari ini. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menghitung pecahan uang 100 dolar AS di tempat penukaran valuta asing Dolarindo, Blok M, Jakarta, Selasa, 10 November 2020. Rupiah ditutup menguat tipis pada perdagangan pada hari ini. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat, 11 Desember 2020, ditutup menguat seiring optimisme pasar terhadap membaiknya ekonomi domestik.

    Rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 14.080 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.105 per dolar AS.

    "Walaupun data eksternal mendukung ke arah negatif namun pelaku pasar optimis bahwa ekonomi Indonesia akan kembali bangkit, sehingga arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat.

    Negosiasi antara Demokrat dan Republik atas langkah-langkah stimulus AS terus berlanjut karena mereka berpacu dengan tenggat waktu 11 Desember untuk mencegah penutupan pemerintah.

    Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) mengerahkan putaran lain dari stimulus moneter senilai 500 miliar euro atau sekitar US$ 605,19 miliar. ECB akan melanjutkan stimulus pembelian obligasi yang sedang berlangsung sebesar 500 miliar euro menjadi 1,85 triliun euro dan akan memperpanjang program dukungannya hingga setidaknya Maret 2022.

    Sedangkan pembicaraan antara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen minggu ini telah berakhir tanpa terobosan. Meskipun kedua tim negosiator terus bertemu menjelang tenggat waktu pada 13 Desember 2020, tampaknya hanya ada sedikit peluang untuk berhasil tanpa kompromi politik baru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.