Trending Bisnis: CCTV Jasa Marga Mati di TKP Penembakan; Investor Cina Pemberani

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol lingkar luar, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad, 8 November 2020. Dalam waktu dekat PT Jasa Marga Tbk akan segera melakukan penyesuaian tarif tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang tarifnya terintegrasi dengan beberapa ruas tol lainnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol lingkar luar, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Ahad, 8 November 2020. Dalam waktu dekat PT Jasa Marga Tbk akan segera melakukan penyesuaian tarif tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang tarifnya terintegrasi dengan beberapa ruas tol lainnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaBerita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa, 8 Desember 2020, dimulai dari berita tentang Jasa Marga ungkap penyebab CCTV sekitar TKP penembakan FPI, Kepala BKPM sebut Cina paling berani di antara kalangan investor lain dan ancaman ojol demo di depan istana jika Grab dan Gojek merger.

    Adapula berita soal IKEA tak lagi menerbitkan katalog lagi karena perubahan gaya belanja masyarakat dan perusahaan wajib bayar upah pekerja yang masuk saat libur 9 Desember. 

    Berikut berita trending bisnis sepanjang kemarin:

    1. Jasa Marga Beberkan Penyebab CCTV Mati di Sekitar TKP Penembakan 6 Anggota FPI

    PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha yang bergerak di bidang pengoperasian jalan tol, PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), menjelaskan bahwa ada gangguan pada link jaringan backbone CCTV/Fibre Optic di kilometer 48+600 sejak Ahad, 6 Desember 2020, pukul 04.40 WIB.

    Direktur Utama PT JMTO Raddy R. Lukman menambahkan, gangguan di titik tersebut mengakibatkan jaringan CCTV mulai dari kilometer 49+000 Karawang Barat sampai dengan kilometer 72+000 Cikampek menjadi offline atau mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.