Vaksin Covid-19 Tiba, Sri Mulyani: Ini Jadi Game Changer Kita

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemulihan ekonomi pada 2021 akan membutuhkan faktor lain, selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagai instrumen utama. Faktor lain tersebut misalnya mengenai pengendalian Covid-19.

    "Maka munculnya vaksin menjadi penting, ini menjadi game changer buat kita. Karena Covid-19 adalah game changer buat kita, maka vaksin menjadi game changer kita," ujar Sri Mulyani dalam webinar, Selasa, 8 Desember 2020.

    Saat ini, ujar dia, impor 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Indonesia. Kendati demikian, vaksinasi baru akan dimulai setelah adanya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. "Diharapkan akan bisa diberikan sesudah kelulusan dari persyaratan keamanan oleh Badan POM."

    Karena itu, lantaran vaksin masih akan berjalan bertahap, Sri Mulyani meminta semua pihak tetap menjaga protokol kesehatan dan menerapkan 3M. "tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan meskipun kita sudah mulai melakukan pengadaan vaksin ini."

    Selain vaksin, Sri Mulyani berujar vaksin pengubah permainan lainnya adalah reformasi struktural, antara lain melalui Undang-undang Cipta Kerja. Ia mengatakan beleid sapu jagad itu penting lantaran di luar Covid-19, persoalan fundamental struktural tetap harus dihadapi dan diselesaikan.

    "Maka perubahan-perubahan di bidang bagaimana kita mendukung kegiatan ekonomi yang meningkatkan produktivitas, inovasi menurunkan ease of doing business menjadi luar biasa penting," tutur Sri Mulyani.

    Melalui Omnibus Law, Sri Mulyani mengatakan pemerintah berupaya untuk menyentuh isu-isu fundamental. Misalnya mengenai kemudahan berusaha, terutama untuk usaha mikro, kecil, dan menengah. Sehingga mereka bisa cepat melakukan kegiatan usaha tanpa dibebani berbagai persyaratan.

    "Kami juga meningkatkan kemudahan melalui berbagai kebijakan perpajakan yang bisa mendukung keputusan di tingkat korporasi untuk menggunakan sisa hasil usahanya untuk kegiatan-kegiatan produktif," ujar dia.

    Baca: Sri Mulyani: Kalau Sektor Keuangan dan Korporasi Pingsan, Ekonomi Pingsan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.