Minggu, 20 September 2020

Bank Indonesia Diprediksi Tetap Menahan Suku Bunga Acuan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri ke kanan: Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Kepala DKom Onny Widjanarko dalam taklimat media peluncuran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Kiri ke kanan: Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi, dan Kepala DKom Onny Widjanarko dalam taklimat media peluncuran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahan suku bunga acuan di level 4 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG), 16-17 September 2020. Berdasarkan konsensus Bloomberg, mayoritas ekonom memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate akan tetap bertahan di 4 persen.  

    Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai suku bunga acuan saat ini sudah sangat rendah, sehingga pemangkasan tidak perlu dilakukan dalam RDG BI kali ini.

    "Saya perkirakan BI masih menahan suku bunga," katanya kepada Bisnis, Rabu 16 September 2020.

    Piter mengatakan, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah menyebabkan adanya tekanan pada pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. Justru, dia menilai berisiko jika Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga. Penurunan suku bunga acuan bisa mengganggu sentimen investor di tengah cukup besarnya tekanan nilai tukar rupiah.

    "Saya kira BI tidak ingin menambah tekanan itu dengan menurunkan suku bunga acuan," kata Piter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.