PUPR Targetkan 4.817 Km Jalan Tol yang Beroperasi pada 2024

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (rompi ungu) meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 yang menghubungkan Indrapuri-Blang Bintang dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh pada Selasa, 25 Agustus 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo (rompi ungu) meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 yang menghubungkan Indrapuri-Blang Bintang dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh pada Selasa, 25 Agustus 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memetakan rencana pengembangan jalan tol jangka panjang. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, mengatakan pemerintah menargetkan adanya jaringan tol hingga total 18.850 kilometer di seluruh penjuru negeri

    “Itu panjang dalam rencana kami,” ujar Hedy saat menghadiri rapat di Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin 14 September 2020. 

    Menurut dia, saat ini pemerintah sudah mengoperasikan jalan bebas hambatan sepanjang 2.166 kilometer, mencakup ruas yang telah dibangun di masa lampau maupun yang baru rampung hingga 21 Juli lalu. Saat ini masih terdapat 2.000 kilometer tol yang sudah memasuki masa konstruksi, atau setidaknya masih di fase pembebasan lahan.

    Hingga 2024, Hedy memperkirakan ada 4.817 kilometer jalan tol yang beroperasi. Sementara untuk jangka panjang, kementerian memproyeksikan pengembangan ruas baru hingga 14 ribu kilometer lagi. Pemerintah pun mengupayakan agar kendaraan bisa menempuh 1,5 jam perjalanan per seratus kilometer. 

    “Untuk mengembangkan kecepatan sampai 100 kilometer per jam atau secara operasional lebih dari itu,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.