LPS Siapkan Mekanisme Penempatan Dana pada Bank yang Alami Gangguan Likuiditas

Logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan mekanisme penempatan dana pada bank yang mengalami gangguan likuiditas dan solvabilitas dalam masa pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. 

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengungkapkan penempatan dana ini bersifat sementara, untuk mengantisipasi dan melakukan penanganan stabilitas sistem keuangan yang dapat menyebabkan kegagalan bank.

“Penempatan dana LPS pada bank bukan inisiatif dari LPS, namun didasarkan atas permohonan bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya, Selasa 28 Juli 2020. 

Halim mengatakan terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh bank sebelum memperoleh penempatan dana. Pertama adalah surat dari OJK yang menyatakan pemegang saham pengendali tak lagi memiliki kemampuan untuk dapat membantu likuiditas bank. Kedua, bank berada dalam status pengawasan intensif, mengarah ke pengawasan khusus, atau sudah berstatus dalam pengawasan khusus.

Adapun kesulitan likuiditas yang dialami bank bukan disebabkan oleh tindakan kesengajaan atau fraud. Bank yang memenuhi persyaratan tersebut dapat mengajukan permohonan kepada OJK untuk mendapatkan penempatan dana, “Nanti akan ada analisis kelayakan yang dilakukan OJK dan akan diserahkan OJK ke LPS sebagai salah satu dasar penempatan dana ke bank tersebut.” 

Guna memitigasi risiko, LPS akan mensyaratkan jaminan kepada bank, dan selanjutnya melakukan pengawasan penggunaan dana berkoordinasi dengan OJK. “Dengan demikian kita berharap bank bisa keluar dari kesulitan likuiditas tersebut,” kata Halim.






Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

4 jam lalu

Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

Sri Mulyani menyatakan Indonesia dapat menangani pandemi sekaligus mengelola dampak sangat baik dibandingkan banyak negara-negara lain di dunia.


Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

5 jam lalu

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

Presiden Jokowi membeberkan strategi Indonesia merespons tantangan ekonomi global yang bergejolak. APBN 2023 dipastikan berfokus pada 6 kebijakan.


bank bjb Raih Penghargaan dari LPS

6 jam lalu

bank bjb Raih Penghargaan dari LPS

CSR merupakan dukungan bank bjb untuk mendorong terciptanya pembangunan berkelanjutan


OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

1 hari lalu

OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

OJK berupaya mendukung program Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dicanangkan pemerintah melalui pemberian sejumlah insentif.


BNI Raih Tiga Penghargaan dari Lembaga Penjamin Simpanan

1 hari lalu

BNI Raih Tiga Penghargaan dari Lembaga Penjamin Simpanan

LPS menilai BNI paling inisiatif dan aktif menjalankan sosialisasi, paling aktif mempraktikkan perbankan hijau, dan teraktif menjalankan kegiatan CSR.


Omnibus Law Sektor Keuangan Masih Dibahas, Wamenkeu: Semoga Selesai Secepat Mungkin

2 hari lalu

Omnibus Law Sektor Keuangan Masih Dibahas, Wamenkeu: Semoga Selesai Secepat Mungkin

Omnibus Law Sektor Keuangan ini telah masuk program legislasi nasional (prolegnas) prioritas.


OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

2 hari lalu

OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

OJK) meminta kepada perusahaan pembiayaan dengan metode Buy Now Pay Later (BNPL) melakukan berbagai tindakan perbaikan segera.


Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin kemarin 28 November 2022, dimulai dari OJK yang resmi memperpanjang restrukturisasi kredit


Ancaman Resesi Global 2023, Kredivo Yakin Pengguna Paylater Tetap Tumbuh

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Kredivo Yakin Pengguna Paylater Tetap Tumbuh

General Manager of Kredivo Indonesia Lily Suryani optimis industri kredit digital atau paylater akan tumbuh di tangah ancaman resesi global 2022.


Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

3 hari lalu

Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari Menteri Luhut yang menegaskan proyek smelter nikel terbesar dunia di Pomalaa harus terus berjalan.