Luhut Sebut RI Akan Gencarkan Ekspor Udang ke Amrik hingga Cina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PPN/Kelapa Bappenas Suharso Monoarfa berbincang dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. Para menteri tampak berbincang santai sembari menunggu rapat yang dipimpin Presiden Jokowi itu dimulai. TEMPO/Subekti

    Menteri PPN/Kelapa Bappenas Suharso Monoarfa berbincang dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. Para menteri tampak berbincang santai sembari menunggu rapat yang dipimpin Presiden Jokowi itu dimulai. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Indonesia akan meningkatkan ekspor udang ke sejumlah negara dengan permintaan tinggi. Negara-negara tersebut adalah Cina, Amerika Serikat, dan Jepang.

    "Karena permintaan banyak, di India lockdown, enggak ada produksi itu (udang). Jadi ini momentum bagus (untuk ekspor)," tutur Luhut saat ditemui di kantonya, Jakarta Pusat, Jumat petang, 24 Juli 2020.

    Luhut mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki 100 ribu hektare lahan tambak, termasuk bakau, yang diintensifikasi untuk budidaya udang agar produksi komoditas itu tergenjot. Lahan yang dimaksud berada di Sulawesi, pantai selatan Jawa, hingga Aceh Singkil.

    Kementerian Kelautan dan Perikanan, kata Luhut, sedang memetakan titik-titik yang akan ditetapkan sebagai tempat budidaya udang. Pada tahap awal, yakni hingga akhir tahun, pemerintah akan mengaktifkan 30 ribu lahan tambak.

    "Di Singkil sedang diinventarisasi lahannya untuk segera bisa dimanfaatkan," ucap Luhut. Kementerian pun tengah mempercepat proses administrasi pemanfaatan lahan, seperti pemberian izin terhadap instalasi pengolahan air limbah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.