Jawa Barat akan Buka Bertahap Tempat Wisata di Zona Biru

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan bermain di Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pananjung, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu, 30 Januari 2018. TEMPO/Prima Mulia

    Wisatawan bermain di Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pananjung, Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu, 30 Januari 2018. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, tempat wisata di daerah yang berada di level kewaspadaan zona biru akan dibuka bertahap. Pembukaan tempat wisata dilakukan berdasarkan tingkat kewaspadaan yang ada di Jawa Barat, di masing-masing kabupaten/kota.

    "Itu terbagi ada biru, kuning, merah, dan hitam. Di situ ada 17 kabupaten/kota yang masuk zona biru, sisanya 10 masih zona kuning,” kata Dedi, dalam konferensi pers, Rabu, 24 Juni 2020.

    Adapun sebanyak 17 kabupaten/kota yang masuk dalam zona biru, yakni Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, dan Subang.

    Sementara zona kuning yang direkomendasikan melanjutkan PSBB Proporsional ada 10 daerah, yakni Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Indramayu, Karawang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, serta Garut.

    Lebih jauh Dedi menjelaskan, tempat wisata yang akan dibuka bertahap untuk wisata outdoor dengan pembatasan kunjungan. “Pertama yang outdoor kita lakukan, dan kapasitas masih 30 persen untuk pelaksanaan wisata yang akan datang ke Jawa Barat ini,” kata dia.

    Adapun wisatawan yang bisa masuk tempat wisata itu dibatasi hanya untuk warga Jawa Barat. “Kita utamakan penduduk lokal, atau penduduk asal Jawa Barat. Belum menerima penduduk di luar Jawa Barat. Ini yang kami lakukan selaku Gugus Tugas, dan kepariwisataannya sendiri kita lakukan seperti ini,” kata dia.

    Adapun protokol kesehatan yang akan dilakukan bagi tempat wisata tersebut meniru Pangandaran. “Pangandaran menggunakan surat keterangan sehat dan memastikan sudah rapid test,” kata Dedi.

    Rapid test massal, menurut Dedi, juga akan digelar di tempat wisata. “Ini untuk memastikan bahwa kita melakukan deteksi awal atau pelacakan awal melalui rapid test ini."

    Sebelumnya tes masif sudah dilakukan di kawasan Puncak akhir pekan lalu dengan menggelar operasi gabungan. Lokasi tes masif misalnya digelar di 5 titik yakni di Segar Alam, area Masjid Attawun, Gunung Mas, Taman Wisata Matahri, serta Simpang Danamon. “Intinya di pintu-pintu kedatangan yang akan masuk ke Jawa Barat, terutama di kawasan wisata,” kata dia.

    Pengelola tempat wisata juga akan diminta menyiapkan Manajer Gugus Tugas. “Kita berbagai peran. Peran kita sebagai Gugus Tugas provinsi dan kabupaten/kota, kemudian di level yang ada di masing-masing destinasi wisata,” tutur Dedi.

    Sementara di ruang publik akan disediakan wastafel komunal. Wastafel itu sifatnya yang public space. "Tidak dikelola oleh industri pariwisata, yang betul-betul untuk umum. Nah ini yang akan kita lakukan melalui bantuan Kementerian Pariwisata."

    Juru bicara, sekaligus Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jawa Bart, Daud Achmad mengatakan, upaya penanganan pandemi masih terus dilakukan. Hal ini terutama karena akhir-akhir ini setelah masyarakat agak longgar, pergerakan lalu lintas meningkat.

    Upaya pemerintah di antaranya dengan terus-menerus melakukan rapid test dan tes swab di beberapa titik yang dianggap rawan. "Jadi selain pasar, kemudian juga pertokoan, gubernur juga memerintahkan untuk lebih intensif di titik-titik kedatangan orang,” kata Daud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.