Pelonggaran Lockdown, Ini Rekomendasi Penerbangan Sipil dari ICAO

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Emirates Airline terparkir di bandara Dubai International Airport, Dubai. Sumber: [Imre Solt / Wikipedia/middleeastmonitor.com]

    Pesawat Emirates Airline terparkir di bandara Dubai International Airport, Dubai. Sumber: [Imre Solt / Wikipedia/middleeastmonitor.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seiring dengan keputusan sejumlah negara untuk melakukan pelonggaran lockdown, industri penerbangan diperkirakan akan segera menggeliat dan wisatawan akan kembali membanjiri bandara. Namun, maskapai dan pengelola bandara harus selalu menjalankan protokol kesehatan

    Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau IATA, yang mewakili maskapai penerbangan menyerukan implementasi mendesak adanya panduan dari International Civil Aviation Organization (ICAO)

    "Maskapai sangat mendukungnya. Sekarang kami mengandalkan pemerintah untuk mengimplementasikan rekomendasi dengan cepat, karena dunia ingin melakukan perjalanan lagi dan membutuhkan maskapai penerbangan untuk memainkan peran kunci dalam pemulihan ekonomi," kata Alexandre de Juniac, kepala IATA, seperti dilansir Bloomberg, Selasa 2 Juni 2020.

    Tak harus menunggu lama, ICAO pun mengeluarkan pedoman untuk regulator dan operator tentang cara memulai kembali sistem transportasi udara global setelah lockdown di sejumlah negara diakhiri. Adapun rekomendasi ICAO meliputi:

    1. Staf dan penumpang diwajibkan mengenakan masker.

    2. Penggunaan teknologi bebas kontak di tempat pengambilan tas, gerbang boarding dan outlet retail, dan layar dengan pembersih otomatis di kios check-in.

    3. Pembersihan infrastruktur dan peralatan secara teratur.

    4. Pengaturan jarak sosial satu meter di seluruh bandara.

    5. Revisi untuk proses boarding, area gerbang dan peraturan pemerintah. Perubahan pada kontrol perbatasan dan proses bea cukai untuk meningkatkan jarak fisik.

    6. Penyediaan lokasi bagasi khusus untuk kedatangan dari area berisiko tinggi.

    Dewan Bandara Internasional atau ACI menyambut baik rekomendasi ICAO.  "ACI percaya saat ini tidak ada langkah tunggal yang dapat mengurangi semua risiko memulai kembali perjalanan udara, harmonisasi dari setiap proses dan prosedur baru merupakan cara paling efektif untuk menyeimbangkan mitigasi risiko dengan kebutuhan untuk membuka ekonomi dan untuk memungkinkan perjalanan," kata kelompok yang mewakili bandara.

    Para pakar industri penerbangan mengatakan, kunci keberhasilan dari langkah pencegahan virus corona ini adalah koordinasi global agar peraturan tak saling bertentangan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.