Gaet Investor AS, Kawasan Industri Brebes Bersaing dengan Vietnam

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur Lampung Ridho Ficardo (ketiga kiri) dan Anggota DPR Aziz Syamsuddin (kanan) meninjau perkembangan pembangunan Tol Bakauheni-Palembang di Lampung, Jumat 23 November 2018. Ruas tol Bakauheni-Palembang ini diharapkan mendorong daya saing, pertumbuhan titik-titik ekonomi yang terintegrasikan dengan kawasan industri. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Seskab Pramono Anung (kiri), Gubernur Lampung Ridho Ficardo (ketiga kiri) dan Anggota DPR Aziz Syamsuddin (kanan) meninjau perkembangan pembangunan Tol Bakauheni-Palembang di Lampung, Jumat 23 November 2018. Ruas tol Bakauheni-Palembang ini diharapkan mendorong daya saing, pertumbuhan titik-titik ekonomi yang terintegrasikan dengan kawasan industri. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengembang Kawasan Industri Brebes (KIB) menyatakan siap berkompetisi dengan Vietnam untuk menampung relokasi industri farmasi milik investor Amerika Serikat yang hengkang dari Cina.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah menyampaikan niatnya kepada Presiden Joko Widodo untuk merelokasi industri farmasinya dari Cina ke Indonesia. Adapun salah satu kawasan yang disiapkan pemerintah untuk menampung relokasi tersebut adalah Kawasan Industri Brebes (KIB).

    Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Rahmadi Nugroho mengklaim kawasan industri Brebes memilki banyak keunggulan. Perusahaan inilah yang ditunjuk pemerintah mengelola KIB.

     

    Menurut Rahmadi, Kawasan Industri Brebes didesain sebagai Kawasan Industri modern, eco-friendly, dan memiliki daya saing yang unggul dibidang kawasan industri. Saat ini,  banyak persyaratan yang harus dan akan disiapkan menuju ke sana dengan catatan pekerjaan besar ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh KIW.

     

    "Apalagi ini penugasan sesuai Perpres 79/2019 dalam rangka percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal-Semarang-Salatiga-Demak-Grobogan, Kawasan Purworejo-Wonosobo-Magelang-Temanggung dan Kawasan Brebes-Tegal-Pemalang. Jadi semua stakeholder harus terlibat," kata dia kepada Bisnis, Kamis 21 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).