Pagi Ini Rupiah Nyaris Tembus Rp 15 Ribu per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melayani penukaran mata uang asing di kawasan Kwitang, Jakarta, 8 Mei 2018. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi, 4 Mei 2020, terkoreksi mendekati Rp 15 ribu per dolar AS dibayangi sentimen negatif global.

    Pada pukul 09.39 WIB, rupiah melemah 113 poin atau 0,76 persen menjadi Rp14.995 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.882 per dolar AS.

    Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di mengatakan, sentimen negatif kelihatannya membayangi pergerakan pasar keuangan hari ini.

    "Pasar khawatir dengan pelonggaran karantina wilayah di beberapa negara akan menimbulkan kasus Corona gelombang kedua," ujar Ariston.

    Selain itu, pasar mengkhawatirkan ketegangan hubungan antara AS dan Cina belakangan ini, karena provokasi AS akan memicu perang dagang lagi antar kedua negara.

    Pasar juga mengantisipasi buruknya data-data ekonomi di AS dan di negara-negara pandemi lainnya yang akan dirilis pekan ini, seperti data tenaga kerja, data indeks aktivitas sektor jasa dan manufaktur, neraca perdagangan, dan data lainnya.

    "Rupiah mungkin bisa melemah mengikuti sentimen negatif tersebut," kata Ariston.

    Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan berpotensi tertekan menuju level Rp 15 ribu per dolar AS dan level dukungan di Rp 14.800 per dolar AS.

    Pada akhir pekan lalu, rupiah ditutup menguat signifikan 413 poin atau 2,7 persen menjadi Rp 14.882 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.295 per dolar AS.
     
    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.