Pertumbuhan Ekonomi Mungkin Minus, IHSG dan Rupiah Jeblok

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah hari ini, Rabu 1 April 2020 kompak terguling ke zona merah. Pelemahan itu terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor tentang dampak wabah corona (Covid-19) ke pertumbuhan ekonomi nasional. 

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.466,04 dengan penurunan tajam 1,61 persen atau 72,89 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

     

    Sebelumnya, IHSG sempat menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 4.445,14 – 4.627,42.

     

    Kepala Riset Mirae Sekuritas Hariyanto Wijaya memperkirakan kondisi seperti ini akan bertahan hingga Mei 2020. “Saya memperkirakan tren melemah IHSG akan terus berlanjut sampai dengan Mei 2020,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu 1 April 2020.

    Menurut Hariyanto, tergulingnya IHSG ke zona merah dipicu oleh aksi penghindaran risiko oleh investor, seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19. 

    Namun IHSG tak sendiri, mayoritas indeks saham lain di Asia ikut berakhir di zona merah hari ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup anjlok 3,70 persen dan 4,50 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.