Corona, Morgan Stanley Prediksi Ekonomi Global Tumbuh 0,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Sri Mulyani menilai, pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi secara global akan lebih baik dari tahun ini. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Suasana aktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 14 November 2019. Sri Mulyani menilai, pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi secara global akan lebih baik dari tahun ini. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Asia and Emerging Market Morgan Stanley Jonathan Garner memperkirakan perekonomian global hanya akan tumbuh 0,3 persen pada tahun ini karena terimbas pandemi virus Corona. Pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan bakal jatuh ke jurang resesi, seperti yang pernah terjadi pada krisis ekonomi 2009.

    Garner menyebutkan prediksi itu dengan skenario tingkat menengah di mana puncak wabah virus Corona terjadi terjadi pada April-Mei 2020. "Tim ekonom kami memperkirakan resesi global seperti yang terjadi pada 2009 atau 0,3 persen pertumbuhan yoy, diikuti dengan pemulihan pada 2021," katanya pada webcast Morgan Stanley Asia Rserach Macro, Kamis, 26 Maret 2020.

    Dalam skenario terburuk, menurut Garner, ekonomi global akan terkontraksi hingga minus 2,1 persen pada tahun ini. Meski ada kemungkinan mengarah ke skenario terburuk itu, tetapi ia berpegang pada base case pertumbuhan 0,3 persen.

    Lebih jauh, Garner menyebutkan, secara global pihaknya tidak memprediksi akan terjadinya great depression. Hal itu mengingat segala langkah yang telah diupayakan oleh bank-bank sentral dunia serta pemerintah dalam memberikan stimulus yang diperlukan. Selanjutnya, pemerintah dan otoritas global disarankan menyeimbangkan antara stimulus fiskal, moneter dan layanan kesehatan publik.

    Sementara itu, Chief China Economist Robin Xing menambahkan, negara Cina sebagai pusat pandemi Corona bakal terpukul perekonomiannya pada kuartal pertama tahun ini. Kini negara itu menggenjot pemulihan ekonomi pada kuartal kedua. Namun demikian, hal itu kemungkinan juga tak akan mulus sebab dihadapkan pada pelemahan permintaan eksternal yang masih berjuang melawan pandemi.

    Pemulihan di Cina, menurut Xing, akan sangat bergantung pada penurunan tajam konsumsi di AS. Produk domestik bruto AS diperkirakan menyusut hingga 2,4 persen pada kuartal pertama, diikuti oleh penurunan 30,1 persen pada kuartal kedua. Namun, PDB kuartal ketiga kemungkinan akan lebih baik, karena konsumsi naik kembali setelah wabah mereda.

    Perlambatan di AS ini akan berdampak signifikan pada Cina. Xing mengatakan, pasar lapangan kerja yang lebih lemah, dikombinasikan dengan social distancing akan menghambat pemulihan konsumsi domestiknya. "Base case untuk ekonomi Cina sekarang adalah pertumbuhan 4 persen untuk 2020 dan 7,5 persen untuk 2021," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.