Petang Ini, 48 Ribu Armada Bus Trayek Jakarta Setop Operasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Kementerian Perhubungan mengimbau agar warga membatalkan niatnya pulang kampung, untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Calon penumpang bersiap menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Ahad, 29 Maret 2020. Kementerian Perhubungan mengimbau agar warga membatalkan niatnya pulang kampung, untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 48 ribu angkutan armada bus dengan trayek dari dan menuju DKI Jakarta akan berhenti beroperasi mulai petang ini, Senin, 30 Maret 2020. Sekretaris Jenderal DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Haryono mengatakan, keputusan itu diambil menyusul adanya kebijakan dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta yang meminta seluruh layanan bus antar-kota dan antar-provinsi menghentikan layanannya.

    "Jadi kami sudah diminta dari (Pemerintah Provinsi) Jakarta, mulai petang ini bus enggak bisa berangkat. Baik dari Jakarta maupun ke Jakarta untuk trayek mana pun," ujarnya saat dihubungi Tempo, Senin siang.

    Ateng mengatakan, Organda telah diajak berembuk bersama pemerintah beberapa hari sebelum kebijakan diputuskan. Menurut Ateng, penghentian operasi itu berkaitan dengan upaya pemerintah provinsi menyetop penularan infeksi virus corona.

    Apalagi, menurut dia, belakangan ini banyak perantau di Jabodetabek yang mudik lebih awal. Kondisi ini berdampak terhadap peningkatan jumlah orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) di daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.