Tangani Pandemi Corona, Pengusaha Siap Kucurkan Bantuan Rp 200 M

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan obat-obatan dan alat kesehatan ke dalam Pesawat C-130 Hercules TNI AU di Bandara Internasional Pudong, Shanghai, China, Sabtu malam, 21 Maret 2020. Kru pesawat yang dipimpin oleh Letkol Pnb Suryo berjumlah 18 orang  menggunakan prosedur kesehatan dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) sehingga tidak tertular virus Corona. ANTARA/Dispenau

    Petugas memindahkan obat-obatan dan alat kesehatan ke dalam Pesawat C-130 Hercules TNI AU di Bandara Internasional Pudong, Shanghai, China, Sabtu malam, 21 Maret 2020. Kru pesawat yang dipimpin oleh Letkol Pnb Suryo berjumlah 18 orang menggunakan prosedur kesehatan dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) sehingga tidak tertular virus Corona. ANTARA/Dispenau

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berupaya menghimpun bantuan sebesar Rp 200 miliar untuk membantu pemerintah menangani pandemi corona.  Bantuan tersebut tidak hanya berupa dana tunai, melainkan juga peralatan kesehatan seperti masker, alat pelindung diri (APD), alat kesehatan hingga alat rapid test kit.

    “Saat ini target kami bisa terhimpun bantuan hingga Rp200 miliar dalam bentuk uang dan barang. Kami sedang bentuk satuan tugas khusus (satgas) untuk menampung sekaligus menyalurkan bantuan dari para pengusaha Indonesia,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi ketika dihubungi Bisnis, Senin 23 Maret 2020.

    Sofjan menambahkan, dalam penyaluran bantuan dari pelaku usaha tersebut, satgas akan berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) atau Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

    Adapun penyaluran bantuan tersebut, kata dia, tidak akan dibatasi dengan tenggat waktu khusus. “Bantuan Rp 200 miliar juga bukan target 'paten', bisa saja bertambah lagi kalau lebih banyak pengusaha berperan aktif lagi untuk membantu. Maka dari itu kami terbuka sekali bila ada inisiatif-inisiatif tambahan untuk bersama-sama memerangi wabah corona ini,” Sofjan menambahkan.

    Dia menambahkan, selain berkoordinasi dengan BNPB dan PMI, seluruh penyaluran donasi dan perusahaan yang berpartisipasi akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara berkala.

    Kementerian Keuangan sendiri belum menghitung secara pasti jumlah anggaran yang disiapkan untuk percepatan penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, besaran anggaran tersebut masih sangat dinamis.

    "Jumlahnya dinamis, sangat tergantung dengan waktu dan kegiatan. Jadi untuk angkanya masih sangat fleksibel," ujar Askolani saat dihubungi Tempo pada Senin, 23 Maret 2020.

    Askolani menjelaskan, Kementerian Keuangan kini masih memfokuskan realisasi anggaran untuk kegiatan-kegiatan penanganan virus yang sangat mendesak, baik di level pusat maupun daerah. Adapun dalam pendanaan ini, Kementerian Keuangan akan menyesuaikan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Meski jumlah anggaran penanganan virus corona masih terus bergerak, Askolani menjamin dana yang disiapkan oleh negara akan mencukupi. Anggaran ini termasuk untuk pengadaan barang dan jasa kesehatan serta pembangunan infrastruktur pendukungnya.

    BISNIS | FRANCISCA CHRISTY ROSANA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.