Banjir Peminat, Sritex Buka Lagi Pemesanan Masker pada Besok Pagi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex memproduksi masker cuci sebagai alat pelindung diri untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang melonjak akibat pandemi corona. (Sumber: IG @sritexindonesia)

    Perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex memproduksi masker cuci sebagai alat pelindung diri untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang melonjak akibat pandemi corona. (Sumber: IG @sritexindonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex mengatakan perseroan akan mulai membuka layanan pemesanan masker non-medis pada Senin pagi, 23 Maret 2020 pukul 08.00 WIB. Layanan pemesanan itu sebelumnya ditutup pada Sabtu sore, 21 Maret 2020 pukul 17.00 WIB. "Besok kita mulai ambil order lagi dari jam 08.00 WIB," ujar Corporate Communication Sritex Joy Citra Dewi kepada Tempo, Ahad, 22 Maret 2020.

    Penutupan layanan pemesanan itu sebelumnya diumumkan Sritex melalui akun instagram resmi perseroan @sritexindonesia. Dalam akun tersebut, perseroan pun meminta maaf atas pesan yang belum terlayani. Perusahaan tekstil itu pun mengatakan bahwa proses preorder akan dilanjutkan sambil menunggu proses pembelian yang lebih mudah untuk publik.

    Selama layanan pemesanan ditutup, Joy mengatakan perseroan akan menggunakan jeda tersebut untuk mendata pesanan yang masuk. Ia belum mengungkap berapa banyak pesanan yang masuk.

    Namun, ia mengatakan perseroan paling banyak mendapatkan pesanan sejumlah seribu hingga dua ribu masker tiap pesanan. "Kami juga banyak menerima pesanan perusahaan dengan jumlah di atas sepuluh ribu hingga dua puluh ribu masker," ujar Joy.

    Menurut Joy, produksi masker tersebut sudah dilakukan. Rencananya, paling cepat pesanan akan dikirim tujuh hingga sepuluh hari sejak pelunasan. Apabila melihat pemesanan dibuka pada 20 Maret 2020, maka masker paling cepat sampai di tangan pemesan pada 27 Maret 2020.

    "Kami baru buka pemesanan 20 Maret, tujuh sampai sepuluh hari dari sana adalah waktu estimasi tiba-nya, kami upayakan lebih cepat, namun tidak semua melakukan pelunasan di awal pemesanan," kata Joy.

    Sebelumnya, Joy tak menampik bahwa pihaknya kewalahan memenuhi permintaan masker yang dibanderol dengan harga Rp 5.500 per buah itu. "Banyak sekali yang belum bisa kami layani. Kami tidak tahu berapa total antreannya. Tetapi yang jelas telepon tidak berhenti," kata Joy ketika dihubungi, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Ia menjelaskan, Sritex khusus memproduksi masker nonmedis untuk membantu memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri yang melonjak akibat masifnya penyebaran virus Corona jenis baru atau Covid-19.

    Lonjakan permintaan masker non medis itu muncul kendati ada syarat minimum pemesanan 1.000 buah sebelumnya. Dengan kata lain pemesanan minimum bernilai Rp 5,5 juta untuk seribu masker. Adapun perusahaan yang dengan kode emiten SRIL itu menyiapkan lima nomor telepon untuk melayani pertanyaan dan pemesanan. 

    Seperti diketahui Sritex baru saja meluncurkan masker non-medis yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Produksi masker ini dalam rangka membantu pemerintah melawan wabah virus Corona. Masker tersebut itu terdiri dari dua lapisan kain anti bakteri dan anti air. Perusahaan yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah itu mengkhususkan pembuatan masker untuk kalangan nonmedis agar di tengah situasi ini masyarakat tidak berebut stok masker dengan pekerja medis.

    "Masker nonmedis anti microbial dan anti air menggunakan bahan kain yang aman dan nyaman digunakan. Masker ini dapat dicuci dan dipakai ulang dengan cara pencucian seperti yang sudah dianjurkan," tulis Sritex dalam unggahan di media sosial Instagram @sritexindonesia, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Adapun cara pencucian masker yang dimaksud adalah dengan air bersuhu maksimal 40 derajat celcius, tanpa menggunakan pemutih, dan disetrika dengan tingkat menengah.

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H