Pandemi Corona, Kurs Rupiah Kian Melemah ke 15.218 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi money changer. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi money changer. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin melemah. Hingga mendekati penutupan perdagangan sore hari ini kurs rupiah mencapai Rp 15.218 per dolar AS. 

    Hal ini bertolak belakang dengan saat pembukaan perdagangan pada pagi hari ini rupiah menguat 44 poin ke level Rp 15.139 per dolar AS. Pada hari Selasa kemarin nilai tukar rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp 15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.933 per dolar AS.

    Pada perjalanannya hari ini nilai tukar rupiah terus terkoreksi. Pada pukul 10.00 WIB tadi kurs Jisdor melemah 140 poin ke posisi Rp 15.223 per dolar AS. Berikutnya, pada pukul 13.33 WIB, rupiah masih melemah 0,33 persen atau 50 poin menjadi Rp 15.223 per dolar AS. Indeks dolar AS pada pukul 13.34 WIB turun 0,25 persen menjadi 99,33.

    Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim sebelumnya memperkirakan nilai tukar rupiah bakal terus melemah terutama jika kebijakan pemerintah tak sesuai ekspektasi pasar. "Penyebaran virus Corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi global dan penanganan oleh pemerintah tidak sesuai ekspektasi pasar dapat mendorong rupiah menyentuh level Rp 16.000 per dolar AS," tuturnya, Selasa, 17 Maret 2020.

    Sementara itu, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan potensi rupiah untuk berbalik menguat masih terbuka seiring dengan kenaikan indeks Nikkei dan S&P Futures yang bergerak positif. Meski begitu, ia memprediksi nilai tukar rupiah masih berpotensi tertekan karena kekhawatiran penyebaran Corona.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.