Jusuf Kalla Sebut RI Perlu Perencanaan Logistik Hadapi Corona

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (tengah), menghadiri rapat yang digelar oleh Kadin di Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (tengah), menghadiri rapat yang digelar oleh Kadin di Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengatakan Indonesia perlu membuat perencanaan logistik secara matang untuk menghadapi pandemi virus corona. Hal ini penting dilakukan lantaran tiap hari, kasus positif virus Covid-19 di Tanah Air makin bertambah.

    "Waktu kita terbatas. Setiap hari kasus di Indonesia naik rata-rata 30 persen penderita," kata Kalla di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. 

    Teranyar, kata Kalla, dari 1.200-an jumlah orang yang diperiksa, ditemukan 172 di antaranya positif corona. Ia memprediksi jumlah itu akan berlipat seandainya jangkauan pemeriksaan dilakukan lebih luas.

    Kalla menyebut, perencanaan logistik merupakan salah satu mitigasi yang diperlukan bagi negara saat masalah besar seperti penyebaran virus ini melanda. Dia mengakui persoalan persoalan corona adalah persoalan berat yang juga dirasakan secara merata oleh masyarakat di dunia.

    Lebih jauh terkait penyebaran virus corona, Kalla memandang dampak kejadian ini akan memukul pelbagai pihak, khususnya dunia usaha. Karena itu, dia meminta persoalan virus ini diselesaikan secara bergotong royong, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

    "Paling penting, (masyarakat) hindari kerumunan, hindari pertemuan dengan orang-orang. Lalu lebih banyak dirumah daripada tempat lain," tuturnya. Ihwal kebijakan ke depan, Kalla mempercayakan seluruhnya kepada pemerintah.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.