Iran-AS Memanas, Erick Thohir Antisipasi Lonjakan Harga Minyak

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Dari kiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Djakarta Theater, Ahad, 22 Desember 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Tangerang - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti hubungan Iran dan Amerika Serikat yang semakin memanas pasca terbunuhnya Jenderal Iran, Qasem Soleimani oleh militer AS. Erick Thohir mengatakan, hal semacam ini tidak bisa diprediksi, namun harus diantisipasi karena cepat atau lambat akan berdampak kepada perekonomian Indonesia, terutama terkait harga minyak.

    "Karena yang namanya ekonomi dunia ini adalah sesuatu yang fluktuatif dan tidak bisa diprediksi.Apa yang terjadi sekarang tentu, mengenai Amerika, Iran dan Timur Tengah pasti akan juga berdampak kepada Indonesia terutama di harga minyak," ujar Erock Thohir seusai meninjau posko banjir di kawasan Tangerang, Banten, Ahad, 5 Januari 2019.

    Ia mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga minyak akibat memanasnya Iran-AS ini. Andalah pemerintah sebagai antisipasi adalah program B30 (solar dengan 30 persen minyak sawit).

    Program B30 ini diyakini bisa menekan kebutuhan impor migas dalam negeri. "Karena itu kan kita sudah antisipasi beberapa bulan lalu. Salah satunya kita terapkan B30, dengan adanya B30 ketergantungan daripada impor minyak bisa ditekan," ujar Erick Thohir.

    Kemudian, Erick menuturkan, pemerintah saat ini telah melakukan transaksi langsung dalam pembelian minyak tanpa menggunakan perantara. Sehingga hal dilakukan ini bisa menekan biaya yang dikeluarkan.

    "Kita sudah mulai melakukan tender, bukan melalui trader tapi langsung kepada perusahaan yang menghasilkan minyak supaya kita bisa cut margin yang tidak perlu. Salah satunya kemarin kita juga tender dengan Amerika Serikat," Erick Thohir menjelaskan.

    Adapun saat ini Erick menjelaskan, pemerintah telah bekerja sama dengan perusahaan migas asal Perancis, Total dalam mengimpor minyak. Transaksi pembelian minyak langsung ini dapat menghemat US$ 6 per barel, dibandingkan dengan cara lama yang mengandalkan pihak ketiga atau perantara.

    "Bukan berarti kita mengusir perantara tapi kalau selama harganya baik, transparan tidak dan sogok menyogok itu kita bisa apresiasi tapi mohon maaf jika sengaja merusak pipa, tangki itu yang juga harus dilawan dan tentu terus akan kita tekan dengan hal hal lain," tutur Erick Thohir.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.