Erick Thohir Rombak Lagi BUMN, Dirut Berdikari Digeser ke RNI

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir kembali merombak susunan direksi pelat merah. Kali ini Erick Thohir mengganti susunan direksi PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor agribisnis dan farmasi, dengan menunjuk Eko Taufik Wibowo sebagai Direktur Utama RNI.

    Eko yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Direktur Utama PT Berdikari (Persero) tersebut resmi menggantikan B. Didik Prasetyo yang telah memimpin RNI sejak 2015.

    Selain menunjuk Eko sebagai Dirut, Erick Thohir juga mengangkat Pramusti Indrascaryo sebagai Direktur Keuangan RNI. Penetapan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK- 02/MBU/01/2020 oleh Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Kamis, 2 Januari 2020, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

    Melalui penetapan keduanya, jumlah Direksi Perseroan per 2 Januari 2020 tercatat diisi oleh empat orang menjadi empat orang dengan Agung P. Murdanoto sebagau Direktur Pengendalian Usaha) dan J. Nanang Marjianto yang mengisi jabatan Direktur SDM dan Umum.

    Dalam acara pengenalan direksi baru di kantor RNI pada Jumat, 3 Januari 2020 Eko mengatakan bahwa pihaknya dibantu jajaran Direksi akan fokus dalam meningkatkan kinerja bisnis inti RNI pada 2020. Bisnis ini mencakup bidang agroindustri yang sangat berkaitan erat dengan pangan.

    "Pertumbuhan sektor agroindusti dapat meningkatkan kontribusi RNI dalam membantu terwujudnya program ketahanan pangan yang menjadi rencana jangka panjang pemerintah," tutur Eko dalam keterangan resmi, Jumat malam, 3 Januari 2020.

    Eko juga berharap dapat berkolaborasi dengan Komisaris, Direksi, serta seluruh Karyawan RNI Group guna menyatukan langkah dan konsep untuk bisa mencapai apa yang telah ditargetkan perusahaan.

    “Semoga apa yang ditargetkan pemerintah melalui Kementerian BUMN kepada kita dapat terlaksana dengan cepat dan baik. Pergerakannya cepat sekali saya berharap kita semua full speed,” ujarnya.

    Dihubungi terpisah, Eko menyebutkan bahwa posisi yang ia tinggalkan di Berdikari untuk sementara dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Posisi tersebut diisi oleh Direktur Operasional Berdikari, Oksan Panggabean. "Plt dijabat semwentara oleh Direktur Operasional," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.