Bea Cukai Bantah Ada Tas Mewah Dalam Kargo Gelap Garuda Indonesia

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daftar manifes penumpang dalam penerbangan Garuda Indonesia GA 9721 berjenis A300-900 Neo rute Touluse Prancis-hanggar GMF Soekarno-Hatta yang mengudara pada 16-17 November 2019. Foto: Istimewa

    Daftar manifes penumpang dalam penerbangan Garuda Indonesia GA 9721 berjenis A300-900 Neo rute Touluse Prancis-hanggar GMF Soekarno-Hatta yang mengudara pada 16-17 November 2019. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan selain sepeda motor Harley Davidson dan sepeda Brompton, timnya tidak menemukan barang mewah lain yang diselundupkan melalui pesawat anyar Garuda Indonesia A330 900-Neo pada 17 November lalu. Ia juga membantah adanya tas-tas mewah milik istri direksi Garuda dalam kargo gelap tersebut.

    "Enggak ada, itu saja yang kami temukan," ujar Heru di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019. Ihwal tas mewah di antara kargo gelap itu sebelumnya santer dibicarakan warganet di media sosial.

    Santernya isu tas mewah sama santernya dengan viralnya kabar bahwa istri Direksi Garuda Indonesia berada di pesawat anyar tersebut. Adalah seseorang dengan akun bernama Kuldip Diva Singh yang mengunggah foto berisi daftar manifest tersebut lewat akun twitternya. Akun @divapijar72 itu mengunggah cuitan dan melampirkan foto daftar manifes terebut pada Rabu 4 Desember 2019 pukul 08.08 WIB.

    "Tdk dicatat dlm manivest penumpang umum tp pakai manivest crew. Artinya mrk tdk pakai tiket & tdk bayar tax. Mrk adalah istri2 direksi dan kolega2 dirut GA," tulis akun tersebut. Sampai saat ini cuitan tersebut telah disukai sebanyak 508 akun dan mendapat retweet sebanyak 519 kali.

    Sementara itu, dalam cuitan tersebut, tertera pada surat tersebut bertuliskan dan berlogo milik maskapai Garuda. Manifes tersebut mencatat operator atau pemilik pesawat adalah Garuda, dengan nomor penerbangan GA9721 yang berangkat dari Toulouse, Paris ke Jakarta, Indonesia.

    Dari manifes tersebut, tercatat pula nama Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Askara dan sejumlah direksi Garuda yang lain. Total, ada sebanyak 21 nama daftar penumpang yang tercatat pada manifest tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.