Kisah Kisruh Rute Pesawat dan Tagihan Utang Garuda ke Sriwijaya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengacara sekaligus pemegang saham Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra selepas rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta. Kamis, 7 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

    Pengacara sekaligus pemegang saham Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra selepas rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta. Kamis, 7 November 2019. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta – Maskapai penerbangan Sriwijaya Air tengah terseok setelah menanggung utang ratusan miliar kepada PT Garuda Indonesia Persero Tbk. Utang itu berasal dari biaya jasa bengkel pesawat Sriwijaya di Garuda Maintenance Facility atau GMF dan groundhandling pesawat di Gapura Angkasa. 

    Komisaris Sriwijaya Air Yusril Izha Mahendra mengklaim utang terakhir yang ditanggung entitasnya kepada Garuda Indonesia senilai Rp 850 miliar. Utang itu justru membengkak setelah Sriwijaya Air melakukan kerja sama manajemen Garuda Indonesia dalam setahun terakhir.

    “Selama setahun kerja sama dengan Garuda, utang kami malah terus naik. Rute kami juga banyak dipangkas,” ujar Yusril kala dihubungi Tempo pada Rabu, 4 Desember 2019. 

    Seperti diketahui, Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air melakukan kerja sama manajemen pada November 2018. Kerja sama yang berjalan hampir setahun itu bubrah karena silang pendapat soal biaya manajemen dan pembagian keuntungan. Puncaknya terjadi pada 6 November lalu, ketika anak usaha Garuda Indonesia menarik seluruh layanan perawatan pesawat Sriwijaya.

    Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena menceritakan awal-mula puncak polemik Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air terjadi, hingga menyebabkan hubungan kedua entitas retak. Jefferson mengatakan hubungan entitasnya dengan maskapai pelat merah sejatinya sempat membaik setelah kisruh pertama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!