Kemenkeu Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,05 Persen, Inflasi 3,1 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 November 2019. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini sebesar 5,05 persen secara tahunan (year on year). Dengan demikian pertumbuhan ekonomi diprediksi melambat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2018 sebagai dampak dari pelemahan perekonomian global. 

    Pada tahun 2018, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,17 persen (yoy). Pada Kuartal III 2019, ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen (yoy). "Indonesia tumbuh 5,02 persen pada kuartal ketiga 2019. Itu terbilang baik di tengah kondisi global seperti sekarang ini. Estimasi akhir tahun sebesar 5,05 persen juga bukan rendah, melainkan bisa memberikan momentum cukup," kata Suahasil, Rabu 4 Desember 2019 malam.

    Suahasil mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,05 persen ini terbilang optimistis. Hal itu karena negara-negara ekonomi sepadan (peers) mengalami perlambatan yang jauh lebih dalam ketimbang Indonesia, seperti India, ataupun negara maju Cina.

    Sementara itu, lembaga keuangan multilateral, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini. Terakhir IMF memasang proyeksi pertumbuan ekonomi global pada tahun ini sebesar 3,0 persen dari sebelumnya 3,2 persen.

    Menurut Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu itu, pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada tahun ini juga masih didukung daya beli masyarakat yang terjaga. Parameternya adalah realisasi inflasi yang lebih baik dari target pemerintah. Hingga November 2019, inflasi tahunan berada di 3,0 persen (yoy).

    Suahasil memperkirakan inflasi di akhir tahun akan sebesar 3,1 persen. Terjaganya daya beli juga terbantu dengan menurunnya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan.

    "Perekonomian Indonesia di jalur yang benar dan kita akan lihat perbaikan sambil reformasi," katanya.

    Ia mengakui bahwa perekonomian global pada tahun 2020 masih dirundung ketidakpastian. Misalnya, dari pemilu presiden di Amerika Serikat yang akan menimbulkan volatilitas di pasar keuangan, belum tuntasnya isu Brexit di Eropa, gejolak keamanan di Hong Kong, dan juga eskalasi perang dagang antara AS dan Cina yang kemungkinan masih berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!