Saingi Antam dan UBS, Sampoerna Group Luncurkan Produk Emas

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk logam mulia dengan kandungan emas 99,99 persen (24 karat) bernama WARIS di Gedung Sampoerna Strategic, Karet, Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Produk logam mulia dengan kandungan emas 99,99 persen (24 karat) bernama WARIS di Gedung Sampoerna Strategic, Karet, Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Sampoerna Gold Indonesia, anak perusahaan Sampoerna Group, resmi meluncurkan produk logam mulia dengan kandungan emas 99,99 persen atau 24 karat. Produk emas batangan yang dinamai WARIS ini resmi diluncurkan Senin, 11 November 2019.

    Dengan peluncuran emas batangan WARIS ini, Sampoerna kini resmi bersaing dengan PT Antam dan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS). Kedua pemain ini telah lebih dulu menguasai pasar logam mulia emas 24 karat.

    Untuk pasar logam mulia dengan kandungan emas 99,99 persen tersebut, Antam saat ini menguasai 90 persen pangsa pasar dan UBS sekitar 10 persen. "Kami targetkan bisa menguasai 5 persen sampai akhir tahun 2020," kata CEO Sampoerna Gold Indonesia, John Aryananda dalam acara peluncuran WARIS di Gedung Sampoerna Strategic di Karet, Jakarta Selatan, Senin.

    Di tahap awal ini, John mengatakan, perusahaannya tidak akan bersaing secara langsung dengan penguasa saat ini yaitu Antam. Sebaliknya, Sampoerna Gold Indonesia akan masuk lebih dulu ke pasar alternatif yaitu penjualan logam mulia dengan memprioritaskan cara online.

    Musababnya, berdasarkan pengamatan, John mengetahui bahwa kebanyakan omzet Antam dihasilkan dari penjualan toko offline mereka. "Jadi, kami berharap bisa memenuhi segmen pasar yang belum terjangkau Antam. Kami enggak bermimpi juga berkompetisi dengan Antam, saat ini," ujar dia berterus terang.

    Sehingga, Sampoerna Gold Indonesia bekerja sama dengan aplikasi mobile pertama di Indonesia untuk menabung emas yaitu e-mas dan orori. Meski begitu, penjualan secara offline tetap dilakukan lewat toko-toko emas, dan orori juga.

    Di fase pertama ini, Sampoerna Gold Indonesia baru meluncurkan produk perdana yaitu emas batangan seberat 10 gram dengan total 100 kilogram. Saat ini, kata John, kisaran harga untuk 1 gram emas 99,99 persen ini yaitu di angka Rp 750 ribu per gram.

    Nantinya di kuartal pertama 2020, barulah emas batangan dengan ukuran lain akan diluncurkan. Mulai dari yang terkecil 1 gram sampai yang tertinggi 1 kilogram. Dengan berbagai ukuran tersebut, Sampoerna Gold Indonesia ingin menggarap semua segmen pembeli, mulai dari menengah ke bawah, menengah, hingga menengah atas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?