Gojek Akan Ekspansi ke Malaysia dan Filipina Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo, Direktur MRT Jakarta William Syahbandar dan Gojek meresmikan transit plaza di samping Poins Square Lebak Bulus untuk tempat pick up dan drop off ojek online, Selasa, 15 Oktober 2019.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo, Direktur MRT Jakarta William Syahbandar dan Gojek meresmikan transit plaza di samping Poins Square Lebak Bulus untuk tempat pick up dan drop off ojek online, Selasa, 15 Oktober 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi Gojek berencana melebarkan sayap usahanya ke Malaysia dan Fililpina. Co-CEO Gojek Andre Soelistyo menargetkan ekspansi usaha ke dua negara itu akan dilakukan tahun depan.

    Selain di Indonesia, saat ini layanan Gojek sudah tersedia di Singapura, Thailand, dan Vietnam. "Mengenai ekspansi, kami sudah mempersiapkan semuanya untuk bisa berada di dua negara tersebut (Malaysia dan Filipina)," kata Andre di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

    Andre mengatakan, sebenarnya sudah melebarkan sayapnya sampai ke Filipina dengan menyediakan fitur pembayaran digital lewat start up fintech asal sana yang bernama Coin.ph. yang telah diakuisisi oleh Gojek. Berbekal akusisi tersebut, Andre berharap bisa memudahkan layanan Gojek segera hadir di Filipina. "Itu yang kami sedang usahakan," katanya.

    Gojek juga akan selektif mengembangkan layanan di negara tetangga. Menurut Andre, tak semua layanan bakal diminati. "Kadang-kadang yang unik di Indonesia enggak laku di negara lain. Kami akan kembangkan lebih lokal lagi supaya bisa laku,” ungkap dia.

    Dari keempat negara yaitu Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina baru menyumbang 20 persen pelanggan. Sedangkan di negara asal, Indonesia, sudah mencapai 80 persen pelanggan. "Ke depan kalau bisa kontribusi dari negara lain bisa 50-50," kata Andre.

    Andre optimistis hal tersebut bisa diraih dalam lima tahun ke depan. Sebab, platform yang dimiliki Gojek sangat cocok diaplikasikan di negara berkembang di Asia Tenggara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.