Hingga Ditutup Sore Ini, IHSG Berada di Zona Merah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Indeks harga saham gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore terkoreksi seiring sentimen penurunan suku bunga The Fed. IHSG ditutup melemah 67,43 poin atau 1,07 persen ke posisi 6.228,32. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 14,16 poin atau 1,42 persen menjadi 984,85.

    Analis Panin Sekuritas William Hartanto di Jakarta, Kamis, mengatakan, IHSG hari ini hanya mengalami koreksi sehat seiring sudah diantisipasinya sentimen penurunan suku bunga The Fed oleh pasar. "Pelemahan indeks memang karena sentimen ini sudah diantisipasi pasar dan karena IHSG gagal menembus resisten 6.300, maka mengalami penurunan hari ini," ujar William.

    Dibuka melemah, IHSG nyaris menghabiskan waktu sepanjang hari di zona merah hingga penutupan bursa saham. Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual asing bersih atau "net foreign sell" sebesar Rp599,62 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 574.991 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,79 miliar lembar saham senilai Rp 11,7 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 282 saham menurun, dan 136 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 83,9 poin atau 0,37 persen ke 22.927, indeks Hang Seng melemah 239 poin atau 0,9 persen ke 26.906,7, dan indeks Straits Times menguat 23,34 poin atau 0,73 persen ke posisi 3.231,26.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.