Akhiri Reli Penguatan 3 Hari, IHSG Terkoreksi ke Zona Merah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah ada awal perdagangan hari ini, Kamis 31 Oktober 2019. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 0,30 persen atau 18,76 poin dibanding hari sebelumnya. 

    Pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 0,23 persen atau 14,61 poin menjadi level 6.295,75. Artinya, IHSG telah mengalami reli penguatan hari ketiga berturut-turut.

    Namun, hari ini IHSG mulai tergelincir dari penguatannya ketika dibuka turun tipis 0,08 persen atau 5,18 poin di posisi 6.290,57. Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.275,42 – 6.301,59.

    Empat dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif, dipimpin infrastruktur (-1,76 persen) dan aneka industri (-0,76 persen). Lima sektor lainnya mampu bergerak positif, dipimpin pertanian yang menguat 1,21 persen.

    Sebanyak 147 saham menguat, 59 saham melemah, dan 453 saham stagnan dari 659 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang masing-masing turun 1,87 persen dan 7,79 persen menjadi penekan utama atas pergerakan IHSG.

    MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang koreksi ke level 6.200-6.220 pada perdagangan hari ini.

    "Pergerakan IHSG pun kami perkirakan masih berada pada fase koreksi wave," tulis Tim Riset MNC Sekuritas dalam riset harian, Kamis. 

    Level koreksi IHSG terdekat diperkirakan berada pada area 6.200-6.220 dan idealnya berada pada 6.100-6.150.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?