Tak Dilewati Bus, 105 Halte BRT di Makassar Mangkrak

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar bersiap naik bus Damri, di kota Sarmi, Papua, Jumat, 30 November 2018. Bus BRT Damri bantuan Kementerian Perhubungan ini melayani angkutan anak sekolah dan penumpang umum dengan tarif Rp 5.000. ANTARA/ama.

    Pelajar bersiap naik bus Damri, di kota Sarmi, Papua, Jumat, 30 November 2018. Bus BRT Damri bantuan Kementerian Perhubungan ini melayani angkutan anak sekolah dan penumpang umum dengan tarif Rp 5.000. ANTARA/ama.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 105  halte bus rapid transit (BRT) di Makassar mangkrak tak terpakai dan makin tak terurus. Halte bus terbengkalai sejak berkurangnya armada BRT di kawasan Makassar, Sungguminasa, Takalar (Mamminasata).

    Kepala UPT Transportasi Mamminasata, Prayudi Syamsibar memaparkan secara total ada 154 halte BRT di kawasan Mamminasata. Dari total tersebut hanya 49 unit yang masih aktif beroperasi.

    "Soal halte BRT, semua masih sebenarnya masi bisa beroperasi. Artinya bukan tidak bisa dipakai, hanya memang tidak difungsikan," ungkap Prayudi, Jumat 11 Oktober 2019.

    Menurut Prayudi, mangkraknya ratusan halte tersebut karena tidak ada armada BRT yang melewati rute di mana halte tersebut ditempatkan. Pihak Perum Damri pun saat ini hanya mengoperasikan BRT pada jalur atau koridor terbatas.

    "Kami masih tetap melakukan perawatan. Apalagi tahun 2020 mendatang, kembali akan diusulkan anggaran untuk tujuan itu. Kami sudah diminta untuk menghitung berapa banyak halte yang perlu dilakukan pemeliharaan. Estimasi anggarannya masih diproses," jelas Prayudi.

    Dia menambahkan, ke depan pihaknya akan nembuat rencana untuk kajian pengembangan BRT. Misalnya, implementasi proyek Sustainable Urban Transport Programme Indonesai (SUTRI NAMA) dan komponen Indonesian Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS) bekerjasama Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

    "Jadi kita sambil tunggu studi kelayakan konsultan pilot project SUTRI NAMA - INDOBUS. Beberapa waktu lalu memang ada juga halte yang dipindahkan karena pelebaran jalan. Halte inikan fungsional, artinya bisa dibongkar pasang," tambahnya.

    Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dina Perhubungan Sulawesi Selatan, Fahlevi, menyebut sebelumnya ada dua halte BRT yang terpaksa dibongkar di Jalan Sultan Alauddin. Alasannya, karena ada proyek pengerjaan jalan trotoar yang melewati dua halte tersebut.

    Dua halte yang dibongkar itu rencananya akan dipindahkan. Apalagi saat ini ada agenda membuka jalur bus BRT baru ke arah Jalan Letjen Hertasning Makassar hingga Jalan HM Yasin Limpo, Kabupaten Gowa. Dishub sendiri sudah mengusulkan sejak lama dibukanya koridor baru itu.

    BISNIS 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.