Jadi Menteri Tinggal Seminggu, Jonan Potong Rambut

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan saat memberi sambutan dalam acara Peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri ESDM Ignasius Jonan saat memberi sambutan dalam acara Peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Rabu 9 Oktober 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Ignasius Jonan menyatakan tugasnya sebagai menteri dalam Kabinet Jokowi bakal rampung dalam seminggu ke depan. Hal ini disampaikan ketika dirinya membuka Peringatan Hari Listrik di Jakarta Convention Center hari ini.

    Sebelum berpamitan, Jonan terlebih dahulu bercerita mengenai dirinya yang baru saja potong rambut. Cerita itu, ia sampaikan setelah sebelumnya mendapat pertanyaan dari Direktur PLN Iwan Supangkat.

    "Tadi waktu di holding room saya ditanya sama Pak Iwan, kenapa potong rambut? Saya jawab tapi dari dalam hati, karena masa tugas saya sudah hampir berakhir, tinggal seminggu lagi," kata Jonan dalam sambutannya di Jakarta Convention Center, Rabu 9 Oktober 2019.

    Selain itu, Jonan bercerita ia sengaja mencukur rambutnya supaya  terlihat lebih muda. Apalagi, setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Menteri ESDM. "Apalagi nanti kembali ke jalanan, juga supaya kelihatan lebih muda," kata Jonan melanjutkan sambutannya.

    Ignasius Jonan menjabat Menteri ESDM sejak 14 Oktober 2016. Adapun sebelumnya, Jonan menjabat sebagai Menteri Perhubungan sejak 27 Oktober 2014.

    Selain sebagai menteri, Jonan juga dikenal sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Di bawah kepemimpinan Jonan, KAI bertransformasi sebagai salah satu BUMN yang banyak melakukan inovasi salah satunya adalah memberantas percaloan tiket kereta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.