Kepala BPOM Sebut Hoaks Bisa Mematikan Dunia Usaha

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Penny K. Lukito memperlihatkan barang bukti tablet paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC) saat menggelar konferensi pers di Gedung BPOM, Jakarta, 18 September 2017. Dalam kesempatan ini juga dicanangkan Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat yang akan di adakan 4 Oktober mendatang, bersama Kemenkes, Kemendagri, POLRI, BBN dan Kejaksaan Agung. TEMPO/Ilham Fikri

    Kepala Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Penny K. Lukito memperlihatkan barang bukti tablet paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC) saat menggelar konferensi pers di Gedung BPOM, Jakarta, 18 September 2017. Dalam kesempatan ini juga dicanangkan Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat yang akan di adakan 4 Oktober mendatang, bersama Kemenkes, Kemendagri, POLRI, BBN dan Kejaksaan Agung. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM Republik Indonesia Penny K Lukito mengatakan informasi bohong atau hoaks dapat menghancurkan industri dalam negeri.
    "Hoaks bisa mematikan dunia usaha. Jangan kaget dulu dan tergesa-gesa menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 10 September 2019.

    Menurut dia, ada tren masyarakat awam cepat menyebarkan hoaks soal produk pangan dan farmasi. Padahal begitu disebar tentu akan lebih sulit mengoreksi kabar tersebut dan bisa menimbulkan efek negatif.

    BPOM menyarankan apabila terdapat informasi simpang siur terkait produk makanan dan obat sebaiknya mengeceknya ke saluran yang disediakan BPOM baik melalui sambungan telepon di 1500533, laman www.pom.go.id, akun Twitter @bpom_ri, Facebook @bpom.official dan Instagram @bpom_ri.

    Beberapa waktu lalu, Penny menyebut terjadi kesalahan informasi di tengah masyarakat terkait produk dengan bahan baku minyak kelapa sawit atau crude palm oil atau CPO. Dia mengatakan terjadi pemahaman publik bahwa mengonsumsi atau menggunakan produk berbahan CPO membahayakan kesehatan. Padahal belum ada penelitian yang dapat membuktikan informasi tersebut.

    "Ini edukasi kita kepada masyarakat tidak boleh dapat informasi yang salah seperti UMKM yang tidak mencantumkan label 'tidak mengandung minyak sawit' itu sebagai produk berbahaya, karena tidak ada data cukup. Dan jangan memberikan persepsi bahwa menggunakan label 'tidak mengandung minyak sawit' itu pasti sehat dikonsumsi" katanya.

    Menurut dia, terjadi upaya dari luar negeri yang berusaha menyudutkan industri dalam negeri yang menggunakan sawit Indonesia. "Justru dengan pencantuman label tanpa sawit itu dapat mengurangi daya saing dan melemahkan produk Indonesia di pasaran," kata Kepala BPOM, Penny K Lukito.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.