Bank Indonesia: Dana Asing Masuk Indonesia Capai US$ 9,7 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 27 November 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2018 di Jakarta, Selasa, 27 November 2018. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, JakartaBank Indonesia mencatat sampai dengan Juni 2019 atau Semester I 2019,  dana asing masuk atau capital inflow ke Indonesia mencapai US$9,7 miliar atau sekitar Rp 135,8 triliun.

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan, aliran masuk modal asing dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi portofolio itu mencatat surplus cukup besar. Adapun kondisi ini didorong prospek perekonomian nasional yang baik dan daya tarik investasi aset keuangan domestik yang tinggi.

    "Aliran masuk modal asing portofolio sampai dengan Juni 2019 tercatat US$9,7 miliar," ujar Perry di Gedung BI, Kamis 18 Juli 2019.

    Perkembangan positif juga terlihat pada neraca perdagangan Indonesia Juni 2019 yang kembali mencatat surplus sebesar US$196 juta, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus US$220 juta.

    Perry menyatakan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2019 tercatat sebesar US$123,8 miliar. Pencapaian ini setara dengan pembiayaan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai ini juga berada di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor.

    Ke depan, Perry menyebut defisit transaksi berjalan 2019 diprakirakan lebih rendah dari 2018, yaitu dalam kisaran 2,5–3 persen dari Produk Domestik Bruto.

    "Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk pada upaya mendorong peningkatan PMA," ungkap Perry.

    Secara umum, Perry menyatakan bahwa kinerja neraca pembayaran Indonesia triwulan II/2019 diprakirakan tetap terjaga sehingga menopang stabilitas eksternal Indonesia.

    Namun, Bank Indonesia memprediksi defisit transaksi berjalan akan melebar karena dipengaruhi kinerja ekspor barang dan jasa yang menurun. Selain itu, perilaku musiman terkait peningkatan kebutuhan repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tiga Pansel Capim KPK dan Konflik Kepentingan dengan Kepolisian

    Koalisi Kawal Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak Jokowi agar menelusuri dugaan konflik kepentingan tiga anggota pansel capim KPK.