Keramba Jaring Apung Cemari Danau Toba, Luhut Tegur Edy Rahmayadi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mendengarkan penjelasan guru besar Teknik Kimia ITB Subagjo saat melakukan kunjungan di Laboratorium Katalis Teknik Kimia, Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu 30 Januari 2019. TEMPO/Prima Mulia

    Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mendengarkan penjelasan guru besar Teknik Kimia ITB Subagjo saat melakukan kunjungan di Laboratorium Katalis Teknik Kimia, Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu 30 Januari 2019. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan menuding keramba jaring apung yang hampir separuh menutupi Danau Toba sebagai sumber utama pencemaran di kawasan wisata tersebut. Oleh karena itu, Luhut meminta Gubernur Sumatera Utara secepatnya membuat peraturan soal keramba agar danau tak semakin tercemar. 

    Baca: Menteri Luhut Janji Usut Penyebab Anjloknya Harga Garam Petani

    Luhut juga kembali mewacanakan zero keramba di Danau Toba karena saat ini sudah terlalu banyak keramba yang merusak lingkungan. Ia khawatir hal itu akan memicu penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

    "Rakyat harus kita urus. Masa kotoran babi masih di buang ke danau. Pak Gubernur tolong nanti, masih ada kotoran rumah tangga di buang ke sana,” ucap Luhut kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat meresmikan layanan taksi online di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang hari ini, Kamis, 11 Juli 2019.

    Luhut juga menyinggung pemerintah daerah yang diam karena diduga sudah terima uang dari perusahaan pemilik keramba. “Jangan karena dikasi duit, maaf ya, sama perusahaan
    itu, kita diam. Tak waktunya lagi itu. Kita harus bangga jadi orang Indonesia,” ucapnya.

    Kepada Gubernur Edy, Luhut mengucapkan, masih ada kesempatan emas selama lima tahun ke depan untuk mengajak masyarakat bekerja sama mengembangkan wilayahnya terutama di bidang pariwisata. Terlebih Sumatera Utara punya potensi pariwisata yang sangat baik.

    Menurut Luhut, kalau sektor pariwisata di suatu daerah berkembang dengan baik, maka ekonomi masyarakatnya juga akan meningkat. “Konsentrasi buat Sumut lebih bagus lagi. Pak Gubernur, ini golden opportunity untuk Anda. Saya dukung sepenuhnya apa yang Anda kerjakan,” ucapnya.

    Pemerintah belakangan ini terus menggenjot kawasan wisata super prioritas, salah satunya adalah Danau Toba. Presiden Jokowi sebelumnya menargetkan pembangunan infrastruktur di kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) rampung tahun depan.

    "Maksimal tahun depan sudah rampung semua. Terminal, airport, runway, rampung," kata Jokowi dalam siaran tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Rabu, 10 Juli 2019.

    Pemerintah, kata Jokowi, sedang melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata. Labuan Bajo juga merupakan daerah yang diprioritaskan untuk menjadi salah satu destinasi wisata baru yang akan dikembangkan.

    Baca: Ada Kendala Lahan, Luhut Ingin Proyek LRT Lanjut di Awal Agustus

    Jokowi menyebutkan, pemerintah telah merencanakan destinasi wisata baru sudah sejak dua tahun lalu. "Kita kan sudah rencanakan dua tahun yang lalu kita ingin ada 10 destinasi baru dan ini yang 4 yang ingin kita prioritaskan. Salah satunya adalah Labuan Bajo," ujarnya.

    Simak berita lainnya terkait Luhut di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.