Ada Kendala Lahan, Luhut Ingin Proyek LRT Lanjut di Awal Agustus

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menguasai sekitar 15.600 hektar lahan tambang dan kelapa sawit di Kutai Kartanegara. Luhut juga merupakan inisiator tim Bravo-5. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menguasai sekitar 15.600 hektar lahan tambang dan kelapa sawit di Kutai Kartanegara. Luhut juga merupakan inisiator tim Bravo-5. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pekerjaan pembangunan depo dan jalur kereta ringan alias LRT Jakarta-Bogor- Depok-Bekasi (Jabodebek) di sejumlah titik lanjut kembali pada awal bulan depan. Pasalnya, sebelumnya ada proyek yang terkendala karena lahannya belum bebas.

    Baca: Pariwisata Belum Maksimal, Luhut: Kita Lambat Lakukan Perbaikan

    "Pembangunannya itu kan berhenti karena tanahnya belum dibebaskan. Sekarang sudah diukur, diselesaikan masalah surat menyuratnya, oleh LMAN juga sudah siap dibayar," ujar Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.

    Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait, Luhut mengatakan mayoritas lahan yang belum dibebaskan selesai akhir bulan ini. Namun, ada satu area yang baru bisa diselesaikan pada awal Agustus 2019.

    Dalam rapat hari ini, Luhut berujar mereka membahas soal percepatan pembayaran pembebasan lahan disesuaikan dengan peraturan dari kejaksaan dan Badan Petanahan Negara. Kini persoalan itu sudah kelar.

    "Contoh saja tadi misalnya ada tanah seribu meter, dia tinggal sekian puluh tahun di sana, dan dia sertifikat nya baru katakanlah 500 meter dan sisanya belum, tapi pengakuan. Kalau sudah, itu bisa dibayarkan oleh LMAN," ujar Luhut.

    Pekan lalu, Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) kelar akhir Juli ini.

    Menurut Sofyan, pembebasan lahan yang belum kelar itu terpencar di beberapa kawasan, yakni untuk depo dan beberapa titik jalur rel LRT. Pemerintah menargetkan proyek LRT akan rampung dan dapat beroperasi pada 2021.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan pembebasan lahan difokuskan di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Saat ini, proses pembebasan lahan terkendala negosiasi lantaran kepemilikannya pribadi. 

    Baca: Soal Laporan Keuangan Garuda, Luhut: Makanya Jangan Bohong-bohong

    Menurut Zulfikri, saat ini lahan yang masih dalam proses pembebasan berjumlah 181 bidang. Ia mengakui, 50 persen di antaranya belum berhasil dibebaskan. 

    FRANCISCA CHRISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.