Menteri Luhut Janji Usut Penyebab Anjloknya Harga Garam Petani

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto/TEMPO/Subekti dan Tony Hartawan

    Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto/TEMPO/Subekti dan Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berjanji untuk segera mencari tahu penyebab anjloknya harga garam di tingkat petambak. Hingga kini, ia masih belum tahu persis apa yang menyebabkan harga merosot pada musim panen ini.

    Baca: Soal Laporan Keuangan Garuda, Luhut: Makanya Jangan Bohong-bohong

    "Kami sedang melihat itu apakah karena impor atau karena apa, saya belum tahu," ujar Luhut, Rabu malam, 10 Juli 2019.

    Secara kualitas, tutur Luhut, kualitas garam yang diproduksi produsen domestik sebenarnya sudah meningkat. Salah satunya dengan ada produksi garam industri. Ia pun menyebut kualitas garam konsumsi produksi lokal pun sudah bagus.

    Sebelumnya, petani garam yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku sangat merugi pada musim panen kali ini, karena hasil produksi mereka hanya dihargai Rp 300 per kilogram. Petani merugi karena harga garam milik mereka terus anjlok, bahkan saat ini yang baru masuk musim panen harganya Rp 300 per kilogram.

    Persoalan anjloknya harga garam ini juga sempat dikomentari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Pekan lalu, Susi menyebut turunnya harga garam disebabkan oleh impor garam yang terlalu besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.