Melantai di Bursa, Saham Bima Sakti Langsung Meroket 70 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. Christopher Sumasto Tjia saat menyampaikan sambutan dalam acara penawaran perdana saham Bima Sakti di Gedung Bursa Efek Indoesia, Jakarta Selatan, Jumat 5 Juli 2019. Atas pencatatan ini Bima Sakti menjadi emiten ke-21 yang melakukan IPO di Bursa Efek. Tempo/Dias Prasongko

    Direktur Utama PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. Christopher Sumasto Tjia saat menyampaikan sambutan dalam acara penawaran perdana saham Bima Sakti di Gedung Bursa Efek Indoesia, Jakarta Selatan, Jumat 5 Juli 2019. Atas pencatatan ini Bima Sakti menjadi emiten ke-21 yang melakukan IPO di Bursa Efek. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bima Sakti Pertiwi Tbk. melaksanakan pencatatan perdana saham pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat 5 Juli 2019. Perusahaan yang bergerak di bidang properti --khususnya mal dan hotel-- ini menjadi perusahaan ke-21 yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia tahun ini.

    Baca: Selain Bisnis Pisang dan Kopi, Kaesang Ingin Belajar Saham

    Direktur Utama Bima Sakti Pertiwi Christopher Sumasto Tjia mengatakan, perusahaan saat ini mengelola mal Pekanbaru, Riau. Mal ini menjadi pusat perbelanjaan pertama di Riau yang terhubung hotel bintang lima. "Mal ini terkenal sebagai pusat gawai atau gadget dan juga produk fashion muslim," kata Tjia dalam sambutannya di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat 5 Juli 2019.

    Dalam pernyataan resmi perusahaan, selama penawaran umum perdana emiten dengan kode PAMG ini menawarkan 20 persen atau 625 juta saham ke publik. Adapun harga penawaran perdana PAMG sebesar Rp 100 per saham. Dengan penawaran ini perusahaan diperkirakan bakal mendapat dana segar sebesar Rp 62,5 miliar.

    Usai dibuka, saham dengan kode emiten PAMG ini langsung melesat 70 persen ke level 170 per lembar. Saat diperdagangkan saham tersebut diperjualbelikan sebanyak 3 kali dengan volume 16,2 juta lot saham dengan turn over mencapai Rp 27,57 miliar.

    Tjia menjelaskan, sebagian besar dana-dana tersebut akan digunakan untuk melakukan renovasi dan penambahan fasilitas unit layanan mal. Selain itu, dana yang diperoleh akan digunakan sebagian untuk ekstensifikasi lahan dan perluasan area mall yang tersambung dengan hotel.

    Direktur Bima Sakti Leonardus Sutarman mengatakan, saat ini, perseroan memiliki total cadangan lahan (landbank) seluas 8.000 m2. Ke depan, perusahaan masih akan membidik penambahan lahan sebesar 1.000 m2. Karena lokasinya di tengah kota, pembebasan lahan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

    "Sesuai rencana, landbank tersebut akan digunakan untuk membangun apartemen pada tahun 2023, yang bakal tersambung dengan mal," kata Sutarman di acara yang sama.

    Baca juga : Pemilu Aman, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan pada Pekan Ini

    Pada 2018, PAMG membukukan pendapatan sebesar Rp 75,25 miliar dan laba usaha sebesar Rp 341,88 miliar. Perolehan laba usaha tersebut seiring revaluasi aset senilai Rp 324,5 miliar. Tahun ini perseroan menargetkan laba usaha sebesar Rp 23 miliar. Pada 2020, laba usaha diproyeksikan naik menjadi Rp 34 miliar.

    Simak berita lain tentang saham di Tempo.co

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.