Rupiah Loyo Seiring Menipisnya Harapan Suku Bunga The Fed Turun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore, 26 Juni 2019, melemah seiring menipisnya harapan pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed.

    Baca juga: Rupiah Melemah Seiring Koreksi Mata Uang Asia

    Rupiah melemah 53 poin atau 0,37 persen menjadi Rp 14.178 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.125 per dolar AS.

    Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu, mengatakan, pelemahan rupiah dipicu para pejabat bank sentral AS yang memupuskan harapan para pelaku pasar dan menepis tekanan Presiden AS Donald Trump agar memangkas suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada pertemuannya bulan depan.

    "Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan independensi bank sentral dari pengaruh Presiden Trump dan pasar keuangan yang saat ini tengah mendesak adanya pemangkasan suku bunga yang agresif," ujar Ibrahim.

    Dari domestik, pasar menanti hasil keputusan sidang sengketa pilpres oleh Mahkamah Konstitusi pada Kamis (27/6/2019) yang diperkirakan akan diwarnai aksi demonstrasi massa pendukung pasangan calon 02.

    "Ada ketakutan demonstrasi tersebut akan berubah menjadi kerusuhan apabila MK tidak mengabulkan keinginan paslon 02," kata Ibrahim.

    Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp 14.140 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.140 per dolar AS hingga Rp 14.178 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.174 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.138 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.