Rupiah Melemah Seiring Koreksi Mata Uang Asia

Reporter

Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar atau kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, 26 Juni 2019, melemah seiring koreksi mata uang regional Asia. Rupiah melemah 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp 14.140 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.125 per dolar AS.

BACA: Rupiah JISDOR Menguat ke Level Rp 14.138 per Dolar AS

Analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan kendati terkoreksi rupiah masih relatif stabil. "Sebenarnya masih relatif sangat stabil. Apalagi masih di bawah Rp 14.200," ujar Rully, Rabu.

Terkait sentimen terhadap rupiah, Rully menilai belum banyak berubah dari hari-hari sebelumnya yaitu terkait pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang. "Pasar menunggu hasil dari rapat G20. Proses negosiasi AS-Cina," kata Rully.

BACA: Pekan Depan, Rupiah Diprediksi Menguat hingga Rp 14 Ribu

Selain itu, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh bank sentral AS, Federal Reserve atau Fed yang mensinyalkan penurunan suku bunga seiring melambatnya indikator ekonomi AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.174 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.138 per dolar AS.






Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

13 jam lalu

Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Rupiah Berhasil Menguat Sore Ini, Sentimen Inflasi RI dan Pengetatan Bank Sentral Eropa

16 jam lalu

Rupiah Berhasil Menguat Sore Ini, Sentimen Inflasi RI dan Pengetatan Bank Sentral Eropa

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada sore ini, Selasa, 4 Oktober 2022.


Terkini Bisnis: Lowongan Kerja Astra International, Freeport Tambah Investasi Hampir Rp 306 Triliun

20 jam lalu

Terkini Bisnis: Lowongan Kerja Astra International, Freeport Tambah Investasi Hampir Rp 306 Triliun

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari lowongan kerja di PT Astra International Tbk. untuk fresh graduate dan profesional.


Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

21 jam lalu

Rupiah Menguat di Level Rp 15.288 per Dolar AS Hari Ini, Dibayangi Laju Inflasi Domestik

Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi, 4 Oktober 2022, menguat.


Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

22 jam lalu

Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

Uya Kuya memberikan jawaban menohok ketika disinggung soal naik pesawat kelas ekonomi setelah mengantar putrinya kuliah di Amerika.


Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Gas air mata adalah gas yang menyakitkan karena secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membuat kita bisa merasakan sakit.


Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

2 hari lalu

Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah.


Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

3 hari lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

3 hari lalu

Terkini Bisnis: 4 Fakta Penarikan Mie Sedaap, BSU Tahap Empat

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Sabtu sore, 1 Oktober 2022 antara lain empat fakta penarikan Mie Sedaap dari peredaran di supermarket Hong Kong.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

3 hari lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.