Rupiah Menguat Setelah BI Sebut Suku Bunga Berpeluang Turun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore, 21 Juni 2019,menguat pasca Bank Indonesia menyebutkan bahwa suku bunga berpeluang turun.

    Baca juga: Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Terkoreksi Tipis

    Rupiah menguat 28 poin atau 0,19 persen menjadi Rp 14.155 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.183 per dolar AS.

    Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat, mengatakan Gubernur Perry Warijyo Kamis (20/6) lalu menyatakan ada ruang untuk penurunan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate. "Jika ini terwujud, maka dunia usaha maupun rumah tangga akan lebih bergairah dan siap berekspansi," ujar Ibrahim.

    Kebijakan BI yang kembali mempertahankan suku bunga acuan di tingkat 6 persen dan menurunkan Giro Wajib Minimun (GWM) 50 basis poin dinilai dapat meningkatkan likuiditas perbankan sehingga meningkatkan pertumbuhan kredit menjadi 10-12 persen.

    "Ini tentu menjadi jaminan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Dengan prospek derasnya arus modal plus pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, rupiah dalam perdagangan hari ini ditutup menguat," kata Ibrahim.

    Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp 14.130 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.095 per dolar AS hingga Rp 14.67 per dolar AS.

    Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.116 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.236 per dolar AS.
     

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.