2020, OJK Prediksi Kredit Perbankan Tumbuh Double Digit

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meninggalkan gedung KPK setelah pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 13 November 2018. Wimboh Santoso diperiksa sebagai saksi untuk pengembangan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi aliran dana bailout Bank Century yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan tumbuh double digit pada tahun 2020. Dalam hitungannya, Wimboh memprediksi penyaluran kredit perbankan pada tahun depan bakal tumbuh hingga 14 persen.

    Baca: Bantah Hoaks, Bos OJK: Tak Ada Rush Money Saat Aksi 22 Mei

    "Asumsi pertumbuhan kredit pada 2020 mendatang pada kisaran 12 persen hingga 14 persen," kata Wimboh di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis 13 Juni 2019.

    Hal itu dia sampaikan dalam rapat kerja DPR Komisi XI dengan Menteri Keuangan, Bappenas, BPS, Bank Indonesia dan OJK yang membahas Asumsi Dasar dalam Kerangka Asumsi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2020.

    Dalam kesempatan itu, Wimboh juga menyampaikan prediksi angka pertumbuhan Dana Pihak Ketiga atau DPK perbankan masih dapat tumbuh pada kisaran 10 hingga 12 persen. "Dengan begitu, likuiditas perbankan diharap masih dapat longgar," ujarnya.

    Tak hanya itu, kata Wimboh, aset lembaga atau jasa keuangan lain seperti perbankan dan asuransi masih mengalami pertumbuhan yang berlanjut. Sedangkan pertumbuhan aset perbankan dapat mencapai 13 persen hingga 15 persen pada 2020.

    Wimboh menjelaskan pada tahun ini risiko kredit relatif terkendali yang ini ditunjukkan oleh NPL sebesar 2,56 persen dengan tren yang menurun, sementara NPF 2,76 persen. Adapun likuiditas perbankan cukup terjaga serta permodalan perbankan cukup tinggi yaitu 23,47 persen dinilai cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit.

    Baca: Pinjaman Online Berizin dan Terdaftar di OJK Bertambah

    Untuk industri asuransi jiwa, menurut Wimboh, juga memprediksi bakal masih tumbuh10 persen hingga 11 persen. "Sementara untuk industri asuransi umum diprediksi dapat tumbuh 15 persen hingga 17 persen," ujarnya.

    Simak berita terkait OJK lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.