Pasca Aksi 22 Mei, Rupiah di Pasar Spot Menguat ke 14.460 per USD

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca aksi 22 Mei, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat pada Kamis, 23 Mei 2019. Menurut data RTI, rupiah ditutup menguat di level Rp 14.460 per dolar Amerika Serikat atau AS.

    Baca juga: Demo Tak Reda, Kurs Rupiah Bisa Jeblok Hingga 14.700 per Dolar AS

    Sepanjang hari, rupiah tercatat terus menguat dan bergerak dari rentang Rp 14.458-14.525 per dolar Amerika Serikat. Dengan gerak ini, di pasar spot rupiah tercatat menguat sebanyak 0,45 persen sepanjang hari ini.

    Masih mengutip RTI, nilai tukar rupiah tercatat menguat di tengah-tengah pelemahan nilai tukar yang lain di kawasan Asia. Misalnya, seperti Dolar Singapura yang melemah 0,17 persen, Reminbi 0,11 persen dan Australia yang melemah 0,17 persen. Sedangkan Jepang justru menguat 0,28 persen. 

    Pada Rabu sore, rupiah melemah 45 poin atau 0,31 persen menjadi Rp14.525 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.480 per dolar AS.

    Adapun nilai tukar rupiah yang dipatok BI lewat Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) justru melemah pada hari ini. Hari ini, JISDOR mencatat rupiah banderol Rp 14.513 per dolar AS atau melemah dari Rp 14.488 per dolar AS pada hari sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.