Suku Bunga BI Dinilai Berpotensi Turun 25 Basis Poin karena..

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bank Indonesia (BI). TEMPO/Subekti

    Bank Indonesia (BI). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Andry Asmoro mengatakan ada ruang penurunan tingkat suku bunga acuan BI 7 Day Reversed Repo Rate (BI-7DRRR). Menurut dia, suku bunga acuan berpotensi turun sebanyak 25 basis poin dari 6 persen menjadi 5,75 persen.

    Baca: Jokowi Ajukan Destry Damayanti jadi Calon DGS Bank Indonesia

    “Kami melihat terdapat ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga acuan pada akhir tahun ini sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen" kata Andry dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Rabu 15 Mei 2019.

    Andry mengatakan ada tiga faktor yang bisa membuka kemungkinan penurunan tingkat suku bunga ini. Ketiganya adalah tingkat inflasi, pergerakan suku bunga acuan the Fed, dan posisi Neraca Pembayaran, termasuk current account deficit (CAD).

    Menurut Andry, terkait inflasi saat ini Indonesia rata-rata hingga April tingkat inflasi masih dinilai stabil dan terjaga. Badan Pusat Statisik atau BPS mencatat pada April 2019, tingkat inflasi berada pada angka 2,83 persen year on year. Angka ini masih berada pada rentang target inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen.

    Adapun, terkait suku bunga The Fed, Andry mengungkapkan bahwa Bank Mandiri memprediksi tone kebijakan suku bunga masih cenderung dovish bahkan tetap. Menurut dia, sepanjang 2019, didasarkan pada pernyataan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Maret 2019 lalu yang menyatakan bahwa stance kebijakan akan lebih sabar.

    "Terkait CAD dalam neraca pembayaran asalkan di semester kedua bisa membaik dan sepanjang tahun bisa mencapai 2,6 persen maka potensi easing suku bunga bisa terjadi," kata Andry.

    Baca: BI Batasi Penukaran Uang Rp 3,9 Juta, Ini Paket Pecahannya

    Dalam kesempatan itu, Andry mengingatkan penurunan potensi semua itu masih dihantui oleh faktor sentimen perang dagang antara Cina dengan Amerika Serikat (AS). Jika terus berlanjut kondisi ini menyebabkan nilai tukar rupiah bakal terus bergejolak dan membuat arus modal keluar menjadi lebih tinggi.

    Simak berita lainnya terkait BI di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.