Rhenald Kasali: BUMN Tidak Lagi Lazy Company

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhenald Kasali. TEMPO/Amston Probel

    Rhenald Kasali. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menilai mengatakan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN sudah mampu memberikan kontribusi ekonomi.

    Menurut dia, ada banyak fakta BUMN mulai bergerak, tidak lagi menjadi lazy company dan mulai berkontribusi besar pada perekonomian. Penjelasannya menanggapi tudingan bahwa BUMN tidak memberikan kontribusi dan salah kelola.

    BacaPrabowo Kritik BUMN, Jokowi Pamer Rokan dan Freeport 

    “BUMN turut berjuang untuk membuka daerah-daerah terpencil, misalnya Angkasa Pura II yang turut mengelola Bandara Silangit, kemudian Banyuwangi yang kini telah diperbesar. Pekerjaan yang kira-kira swasta tidak berani masuk dan pemerintah daerah juga ingin melepas, kini ditangani oleh BUMN," kata Rhenald Kasali dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 April 2019.

    Menurut Rhenald Kasali, BUMN juga tengah mengembangkan bandara di Purbalingga, Jawa Tengah. Bayangkan bertahun-tahun ekonomi sudah berkembang di sana namun masih kurang perhatian untuk pembangunan bandara di wilayah itu. Jalan tol dibangun juga karena pihak swasta tidak ada yang berminat untuk itu. "Maka di situlah BUMN masuk."

    BUMN juga mengaktifkan langkah-langkah mengharumkan nama bangsa, terutama untuk menjalankan amanah Pasal 33 UUD 1945 yaitu mengambilalih dari asing, seperti Freeport, Blok Mahakam, serta Blok Rokan.

    Terkait tudingan-tudingan terhadap holding BUMN, menurut dia, holding BUMN justru membantu kelengkapan dan membuat lebih besar sekaligus memberikan kemampuan untuk melakukan financial laveraging. Manfaat atau leveraging itu berarti menjadi lebih besar karena kapasitasnya menjadi lebih besar.

    Dia memberi contoh, dalam debat calon presiden terakhir disebutkan oleh salah satu calon bahwa sampai kapanpun Garuda Indonesia tidak akan pernah untung karena load factor-nya harus mencapai setidaknya 120 persen. Rhenald mengungkapkan, bisnis terbesar airlines itu bukan penumpang tapi jasa cargo.

    Simak jugaBUMN Sakit Terancam Ditutup

    Selama ini bisnis cargo yang menikmati bukan airlines, bukan juga PT Angkasa Pura melainkan pihak asing di Indonesia. Maka Rhenald menyarankan sinergi bisnis penumpang dan cargo agar Garuda menjadi besar. "Airlines kalau hanya mengandalkan passenger sampai kapan pun tidak akan bisa untung,” kata Rhenald Kasali tentang BUMN itu. 

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.