Alasan Kadin Dukung Luhut Revisi Larangan Menjual Benih Lobster

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mendengarkan penjelasan guru besar Teknik Kimia ITB Subagjo saat melakukan kunjungan di Laboratorium Katalis Teknik Kimia, Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu 30 Januari 2019. TEMPO/Prima Mulia

    Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mendengarkan penjelasan guru besar Teknik Kimia ITB Subagjo saat melakukan kunjungan di Laboratorium Katalis Teknik Kimia, Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu 30 Januari 2019. TEMPO/Prima Mulia

    Coco menjelaskan bahwa larangan ini terbit karena mempertimbangkan kelestarian dan banyaknya aksi penyelundupan benih lobster. Untuk budidaya lobster saja, dibutuhkan waktu panen hingga 6-8 bulan.

    Gagal Diselundupkan, Benih Lobster Kembali Dilepasliarkan

    Sementara jika langsung menjual benihnya, hasilnya bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dalam beberapa hari saja. “Nah itu yang dikhawatirkan ibu (Susi) sehingga dia mengeluarkan sikap.”

    Yugi melanjutkan bahwa Kadin juga mendukung agar pemerintah bisa mengembangkan teknologi budidaya benih lobster. Sebab, riset pembenihan lobster saat ini dinilai masih belum maksimal. “Sambil, riset unuk pemijahan benih lobster dikembangkan di dalam negeri,” ujarnya.

    Yugi memahami ada kekhawatiran dari Susi mengenai aksi penyelundupan. Namun pencegahan bisa dilakukan dengan sejumlah instrument. Pertama yaitu meningkatkan sistem pengawasan.

    Kedua yaitu melarang benih untuk diekspor agar bisa fokus dikembangbiakkan di dalam negeri saja. Jika di dalam negeri sudah berhasil, Ia meyakini jika pelaku budidaya akan mendukung kepolisian untuk mengungkap jika ada pemain yang nakal dan nekat mengekspor benih lobster.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.