Lelang 6 Sukuk, Pemerintah Serap Dana Rp 8,98 Triliun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Kementerian Keuangan bisa menjadi teladan yang nyata dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

    Pegawai Kementerian Keuangan bisa menjadi teladan yang nyata dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp 8,98 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 29,69 triliun.

    Baca: Kemenkeu Terbitkan Lagi Sukuk Ritel SR-011 Mulai Rp 1 Juta

    Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan jumlah dana diserap memenuhi target indikatif sebesar Rp 8 triliun.

    Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS20092019 mencapai Rp 1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,39955 persen dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 20 September 2019 sebesar Rp 7,6 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,375 persen dan tertinggi 7,125 persen.

    Jumlah dimenangkan untuk seri PBS014 sebesar Rp 4,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,28995 persen dan tingkat imbalan 6,5 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp 13,9 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,1875 persen dan tertinggi 7,5 persen.

    Untuk seri PBS019, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,18 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,37822 persen dan tingkat imbalan 8,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 September 2023 ini mencapai Rp 2,04 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 7,34375 persen dan tertinggi 7,625 persen.

    Adapun untuk seri PBS021, jumlah dimenangkan mencapai Rp 1,25 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,65620 persen dan tingkat imbalan 8,5 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 November 2026 ini mencapai Rp 1,5 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,625 persen dan tertinggi 8,125 persen.

    Sementara untuk seri PBS022, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,03 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,30208 persen dan tingkat imbalan 8,625 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 April 2034 ini mencapai Rp 2,08 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,25 persen dan tertinggi 8,71875 persen.

    Untuk seri PBS015, jumlah dimenangkan mencapai Rp 1,32 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,82447 persen dan tingkat imbalan 8 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2047 ini mencapai Rp 2,479 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,75 persen dan tertinggi 9,28125 persen.

    Baca: Dana Rp 1 Juta Sudah Bisa Beli Sukuk Online, Berapa Untungnya?

    Sebelumnya, pada lelang sukuk pada awal bulan ini pemerintah telah menyerap dana sebesar Rp 8,9 triliun. Adapun penawaran yang masuk saat itu sebesar Rp 23,1 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.