Program BBM Satu Harga Merambah Bawolato Kabupaten Nias

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dengan membawa jeriken bahan bakar minyak antre menyeberang dari Dermaga Teluk Kalong ke Dermaga Tanjung Harapan untuk membeli BBM di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. Pemerintah melalui PT Pertamina Persero dengan program BBM Satu Harga meresmikan SPBU Modular Kecamatan Paloh. ANTARA

    Warga dengan membawa jeriken bahan bakar minyak antre menyeberang dari Dermaga Teluk Kalong ke Dermaga Tanjung Harapan untuk membeli BBM di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, 15 Oktober 2017. Pemerintah melalui PT Pertamina Persero dengan program BBM Satu Harga meresmikan SPBU Modular Kecamatan Paloh. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I kembali meresmikan program BBM Satu Harga di Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo mengatakan sejak tahun 2017, total sudah 18 SPBU BBM Satu Harga yang berhasil dioperasikan sementara oleh Pertamina MOR I.

    Baca: 4 Tahun Jokowi, Jonan Minta Mendagri Sukseskan BBM Satu Harga

    Saat ini, kata Joko, terdapat dua SPBU yang aktif melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat di Kabupaten Nias. "Kedua lembaga penyalur tersebut mendapatkan suplai BBM dari Terminal BBM Gunung Sitoli yang memiliki jarak 2 jam waktu tempuh melalui jalur darat, hal ini menyebabkan ongkos angkut yang cukup tinggi," katanya dalam keterangan tertulis, Ahad, 28 Oktober 2018.

    Untuk itu, kata Joko, Pertamina MOR I segera melaksanakan realisasi program BBM 1 Harga di Kabupaten Bawolato. Sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat terpenuhi kebutuhannya akan bahan bakar yang terjangkau.

    Joko Pitoyo mengatakan melalui program BBM Satu Harga diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di lokasi 3T untuk menikmati bahan bakar dengan harga yang lebih terjangkau dan sama dengan saudaranya di daerah lain di luar Jawa. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengakselerasi pergerakan ekonomi setempat melalui akses mudah terhadap sumber energi. 

    “Kami berharap melalui program BBM Satu Harga, dapat membantu program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah 3T,” ujar Joko.

    Joko mengatakan Pertamina mengemban tugas dari Pemerintah untuk melaksanakan program BBM Satu Harga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebelum adanya program BBM 1 Harga diketahui harga di wilayah dalam kategori 3T tersebut mencapai Rp 8.000 hingga Rp 25.000.

    Baca: Pertamina Sebut BBM Satu Harga Terkendala, Ini Respons BPH Migas

    “Kami mohon dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya didaerah untuk kelancaran pelaksanaan program BBM Satu Harga sehingga keadilan energi dapat tercipta hingga ke pelosok negeri dengan lebih cepat," ujar Joko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.