IMF - World Bank, Ini 3 Isu Penting yang Jadi Perhatian Komite

Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa, 9 Oktober 2018. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Pembangunan Bank Dunia menggarisbawahi tiga hal penting dalam pertemuan tahunan IMF - World Bank 2018, yaitu ekonomi global, Human Capital, dan pengembangan teknologi keuangan atau Fintech.

BACA: Soal Ekonomi Indonesia, Sandiaga: IMF Pakai Ilmu Tingkat Tinggi

"Pertumbuhan ekonomi global dinilai tetap kuat, namun masih terdapat ketidakseimbangan di mana pertumbuhan perdagangan dan sektor manufaktur cenderung moderat," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti dikutip keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Minggu, 14 Oktober 2018.

Berdasarkan pertemuan komite, yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ini, risiko penurunan pertumbuhan ekonomi global masih akan terjadi lantaran beberapa sebab, antara lain ketidakpastian kebijakan, perkembangan geo-politik, pengetatan keuangan global, serta kenaikan level utang dan volatilitas mata uang.

Perdagangan internasional selanjutnya dinilai berperan penting untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, Komite menyerukan pada negara-negara anggota, dengan dukungan dari Bank Dunia dan IMF, agar mengimplementasikan kebijakan yang memastikan penguatan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Selain itu, kebijakan tersebut juga mesti bisa mengurangi resiko, dan mempromosikan daya saing serta di saat yang sama juga memperkuat ketahanan fiskal yang berkelanjutan.

BACA: Luhut dan Sri Mulyani Bercerita Pertemuan IMF Dipuji Para Peserta

Nufransa berujar komite juga tetap memberi perhatian pada naiknya tingkat kerentanan akan risiko utang pada beberapa negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah. Risiko itu dinilai bisa membalikkan manfaat dari inisiatif penanggulangan hutang sebelumnya.

"Untuk mengatasi situasi ini, dibutuhkan kerangka kerja kebijakan yang solid, kecukupan fiskal, dukungan pihak luar, dan praktek pinjaman yang berkelanjutan dan transparan," kata Nufransa. Oleh karena itu. komite meminta Bank Dunia dan IMF membantu negara-negara anggota memperkuat posisi fiskal mereka dengan mengembangkan kapasitas manajemen utang, meningkatkan mobilisasi sumber daya domestik dan mengembangkan pasar modal di tingkat lokal.

Terakhir, komite juga menyoroti masalah sumber daya manusia, khususnya yang berimplikasi pada kemajuan teknologi, keuangan, dan aspek pembangunan lainnya. Nufransa mengatakan komite mendukung adanya proyek sumber daya manusia atau human capital project dan peluncuran indeks sumber daya manusia atau human capital index.

"Ini merupakan platform yang dapat mendukung investasi sistem kesehatan dan pendidikan nasional maupun global jangka panjang, membantu negara-negara tersebut mengantisipasi masa depan ekonomi yang akan bertransformasi karena perubahan teknologi," kata Nufransa.

Baca berita tentang IMF lainnya di Tempo.co.






Bagaimana Cara Mengukur Angka Kemiskinan? Begini Menurut BPS

4 menit lalu

Bagaimana Cara Mengukur Angka Kemiskinan? Begini Menurut BPS

Ada tiga cara yang dapat anda amati dalam menganalisis angka kemiskinan di Indonesia. Yakni dari tingkat kemiskinan, kedalaman kemiskinan, dan keparahan kemiskinan.


Jika RI Tak Ikuti Standar Garis Kemiskinan Bank Dunia, Apa Konsekuensinya?

8 jam lalu

Jika RI Tak Ikuti Standar Garis Kemiskinan Bank Dunia, Apa Konsekuensinya?

Ekonom mengungkapkan dampak pemerintah tidak ikut merevisi standar garis kemiskinan Bank Dunia atau World Bank.


Ekonom Sebut Garis Kemiskinan Bank Dunia Realistis, Bagaimana Versi Pemerintah?

9 jam lalu

Ekonom Sebut Garis Kemiskinan Bank Dunia Realistis, Bagaimana Versi Pemerintah?

Menurut ekonom CELIOS, garis kemiskinan yang direvisi Bank Dunia lebih realistis dari pada di Indonesia.


Bank Dunia Sebut 13 Juta Warga Miskin Baru di Indonesia, Kok Bisa?

12 jam lalu

Bank Dunia Sebut 13 Juta Warga Miskin Baru di Indonesia, Kok Bisa?

Bank Dunia menyebutkan sebanyak 13 juta warga kelas menengah bawah di Indonesia jatuh dalam kemiskinan. Apa penyebabnya?


Bank Dunia Revisi Standar Garis Kemiskinan, DTKS di Indonesia Akan Berubah?

1 hari lalu

Bank Dunia Revisi Standar Garis Kemiskinan, DTKS di Indonesia Akan Berubah?

Kemenkeu bakal membahas ulang standar garis kemiskinan yang baru saja direvisi oleh Bank Dunia (World Bank).


Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

2 hari lalu

Dampak Garis Kemiskinan Bank Dunia Direvisi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia dan Cina Melesat

Bank Dunia (World Bank) mengubah standar garis kemiskinan baru yang mengacu pada aturan purchasing power parities (PPP) 2017.


Bank Dunia Revisi Standar Garis Kemiskinan, Ini Respons Kemenkeu

2 hari lalu

Bank Dunia Revisi Standar Garis Kemiskinan, Ini Respons Kemenkeu

Kemenkeu memastikan pemerintah akan melakukan pembahasan ulang (review) terkait standar garis kemiskinan yang baru saja direvisi oleh Bank Dunia.


Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

2 hari lalu

Pertemuan Menteri Pertanian G20, FAO: Harga Makanan dan Pupuk Naik Jadi Pendorong Krisis Pangan

Pada Pertemuan Menteri Pertanian G20, Dirjen FAO memperingatkan implikasi berbahaya krisis pangan dari melonjaknya harga makanan dan pupuk.


UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

3 hari lalu

UOB Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen, Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada level 5,1 hingga 5,4 persen pada 2022.


Kementan dan Bank Dunia Bangun Pertanian Berketahanan Iklim

11 hari lalu

Kementan dan Bank Dunia Bangun Pertanian Berketahanan Iklim

Bank Dunia diharapkan terus membantu mewujudkan sistem pertanian dan pangan nasional yang tangguh.